![]() |
| Foto : Kader HMI Komisariat Mulla Shadra Melakukan aksi Sosial Penggalangan dana Untuk masyarakat terdampak bencana alam di NTT (Istimewa) |
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Jalan Veteran, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Aksi penggalangan dana ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di wilayah NTT. Kegiatan aksi ini diinisiasi oleh HMI Cabang Malang Komisariat Mulla Shadra Korkom Unisma, sebagai upaya untuk mengajak masyarakat turut memberikan dukungan kepada para korban yang saat ini membutuhkan bantuan.
Seperti yang diketahui, gempa bumi yang melanda wilayah Flores terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04.58 WIB dengan magnitudo yang diperbarui menjadi M 7,7. Gempa bumi dangkal tersebut disebabkan oleh aktivitas tektonik pada Sesar Naik Flores (Flores Back-Arc Thrust) dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault). Gempa tersebut juga sempat menimbulkan potensi tsunami di sejumlah wilayah sekitar.
Sejumlah wilayah terdampak meliputi Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto yang masuk dalam status Siaga. Sementara itu, Flores Timur, Bima, Dompu, dan Wajo berada dalam status Waspada. Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB, atau sekitar 2 jam 31 menit setelah gempa bumi terjadi.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, jumlah korban jiwa akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di NTT terus mengalami peningkatan. BNPB menyebutkan jumlah korban jiwa terbaru mencapai 68 orang.
Ketua Umum HMI Komisariat Mulla Shadra, M. Yusri Doluubeng, mengatakan bahwa kegiatan penggalangan dana tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat NTT yang terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa meskipun bantuan yang diberikan tidak besar, kegiatan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban, khususnya masyarakat yang berada di posko-posko pengungsian.
“Seperti yang sudah sama-sama kita ketahui, tanggal 15 Agustus kemarin terjadi gempa bumi yang melanda delapan kabupaten yang ada di NTT. Oleh karenanya, kami dari komisariat berinisiatif untuk membantu saudara-saudari yang ada di sana. Mungkin tidak banyak yang bisa kami bantu, tetapi semoga bisa membantu saudara-saudari kita yang berada di posko pengungsian. Sudah seharusnya sesama manusia harus saling membantu. Saudara tak harus sedarah untuk saling peduli,” jelas M. Yusri Doluubeng.
Menurut Yusri, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian organisasi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengajak masyarakat luas agar ikut berpartisipasi membantu korban bencana. Ia berharap solidaritas yang dibangun melalui aksi tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak gempa di NTT.
Selain penggalangan dana secara langsung, HMI Komisariat Mulla Shadra juga membuka donasi secara daring. Masyarakat yang ingin memberikan dukungan dapat menyalurkan bantuan melalui informasi donasi yang disebarluaskan melalui poster di media sosial.
“Sesuai putusan organisasi, kita laksanakan aksi ini selama tiga hari. Apabila dalam tiga hari ini belum sampai target, kami tambah satu sampai tiga hari lagi. Selain itu, kami juga membuka open donasi online melalui poster yang kami sebarkan, barangkali ada yang mau memberikan support dana melalui online,” ujar M. Yusri Doluubeng.
Melalui penggalangan dana secara langsung maupun daring, kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan para korban serta menumbuhkan semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.
(*/red)
Tags
Berita
