Langsung ke konten utama

Postingan

HMI Cabang Malang Desak Presiden Indonesia Tarik Diri dari Board of Peace

  Ketua umum HMI Cabang Malang(Mirdan Idham) /Dok: Istimewa Malang, LAPMI -  Lonjakan konflik di Timur Tengah yang semakin memanas menyusul serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menuai respons dari berbagai pihak di dalam negeri. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang mendesak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk segera mengambil sikap tegas dengan menarik Indonesia dari keanggotaan Board of Peace (BoP). Ketua Umum HMI Cabang Malang menilai lembaga yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump tersebut tidak lagi sejalan dengan semangat perdamaian sebagaimana tercantum dalam piagam pembentukannya. Dalam dokumen Board of Peace , terdapat sejumlah poin penting seperti perlindungan warga sipil, pembukaan akses kemanusiaan, serta dorongan terhadap solusi dua negara di Gaza. “ Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah tidak lagi sejalan dengan semangat perdamaian sebagaimana tertuang d...
Postingan terbaru

Training HMI: Ruang Intelektual atau Sekadar Arena Relasi Kekuasaan?

Mijar Alif Fahmi(Demisioner Dirut LEPPAMI Malang) Malang, LAPMI -  Training di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) selalu disebut sebagai jantung kaderisasi. Di sanalah kesadaran ditempa, idealisme diasah, dan masa depan organisasi dipersiapkan. Setidaknya, itu yang tertulis dalam buku pedoman dan sering diucapkan dengan nada khidmat di setiap pembukaan forum. Tetapi mari kita jujur sejenak tanpa protokoler, tanpa seremoni: apakah training hari ini benar-benar ruang intelektual, atau telah berubah menjadi arena relasi kekuasaan yang kebetulan memakai istilah “kaderisasi”? Sejak awal, HMI tidak lahir dari ambisi kekuasaan praktis. Lafran Pane mendirikan HMI dengan misi mempertahankan Republik dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia. “Mempertinggi derajat rakyat” tentu tidak mungkin dilakukan oleh kader yang miskin gagasan. Ia menuntut manusia yang berpikir, membaca, menganalisis, dan berani berbeda. Artinya, secara filosofis, training adalah ruang pembentukan nalar bukan ruang penguat...

Musyawarah Ke-V LEPPAMI HMI Cabang Malang Dorong Arah Baru Pariwisata Berkelanjutan

Foto bersama anggota LEPPAMI HMI Cabang Malang (Dok: Taufiqurrahman/Lapmihmimalang) Malang, LAPMI – 25 Februari 2026, Musyawarah Lembaga (Muslem) Ke-V Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) HMI Cabang Malang menjadi momentum refleksi, evaluasi, sekaligus penentuan arah baru organisasi dalam mendorong kontribusi nyata terhadap lingkungan dan pariwisata berkelanjutan di Malang Raya. Kegiatan ini bertempat di Kampung Maha Siswa, Dau, Kabupaten Malang. Dalam forum tertinggi lembaga ini untuk memperkuat peran strategis LEPPAMI dalam merespons tantangan kerusakan lingkungan dan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan. Demisioner Direktur Utama LEPPAMI Cabang Malang, Mijar Alif Fahmi, menyampaikan bahwa musyawarah tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum kebangkitan lembaga dengan semangat dan arah gerak yang lebih terstruktur. “Momentum Musyawarah Lembaga Ke-V ini, bagi saya, bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah titik refleksi, ...

Presisi dalam Pukulan, Lalai dalam Perlindungan: Ketika Nyawa Anak Tak Seharga Wibawa

Mijar Alif Fahmi (Manusia Resah) Malang, LAPMI -  Kita hidup di zaman ketika kata presisi dielu-elukan sebagai simbol profesionalitas. Semuanya harus terukur, terencana, terarah. Tapi dalam tragedi meninggalnya seorang bocah akibat dugaan pemukulan oleh aparat, presisi itu terasa hadir di tempat yang salah. Pukulan bisa begitu tepat, begitu cepat, begitu “efektif”. Sayangnya, perlindungan justru tampak lambat, kabur, dan penuh jeda klarifikasi. Seorang anak kehilangan nyawa. Sebuah keluarga kehilangan masa depan dan publik kembali kehilangan kepercayaan. Dalam setiap peristiwa kekerasan oleh aparat, selalu ada pola komunikasi yang hampir seragam: peristiwa terjadi, simpati disampaikan, investigasi dijanjikan, lalu istilah “oknum” diluncurkan seperti sabun pembersih citra. Kata itu seolah menjadi tembok pemisah antara individu dan institusi. Padahal, jika kekerasan terus berulang dalam rentang waktu berbeda dan lokasi berbeda, publik berhak bertanya: apakah ini sekadar kebetulan per...

Mahasiswa Fakultas Syariah Sukses Terbitkan Sertifikat Halal bagi UMKM di Kecamatan Jabung

Foto bersama Pendamping Produk Halal(Mahasiswa/i Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dengan para Pelaku Usaha di Kecamatan Jabung Malang, LAPMI -  Mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kontribusi konkret bagi masyarakat melalui program pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro. Program ini dilaksanakan di Desa Sukolilo dan Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, dengan dokumentasi kegiatan diambil pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan peran Halal Centre UIN Malang dalam mendukung program nasional percepatan sertifikasi halal yang dikoordinasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Mahasiswa terlibat langsung dalam seluruh tahapan pendampingan, mulai dari aspek legalitas usaha hingga pengajuan sertifikat halal. Pada tahap awal, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem ...

Dari Hak Sosial ke Komoditas Investasi: Krisis Rumah Bagi Kaum Muda Kelas Menengah di Indonesia

Mohammad Nayaka Rama Yoga (Kader HMI Cabang Semarang) Malang, LAPMI - Saat ini, membeli dan memiliki rumah sendiri bisa dibilang ibarat mimpi basah di siang bolong bagi kalangan masyarakat di kelas menengah, terutama bagi Gen-Z. Bagaimana tidak, menurut data Susenas dan kajian LPEM FEB UI ada sekitar 10–12 juta keluarga kelas menengah di Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri. Hal ini menjadi paradoks, karena di antara mereka ini kebanyakan sudah bekerja dengan gaji minimum UMR, berpendidikan cukup tinggi (biasanya sudah tamat SMA/sederajat) dan selama ini selalu dianggap oleh dinas sosial sudah hidup berkecukupan. Padahal tanpa kita sadari secara langsung, kelas menengah inilah kelompok yang menjadi penggerak dan tulang punggung ekonomi negara. Kelas ini yang paling banyak membelanjakan uangnya, paling taat membayar pajak, dan menggerakkan dinamika sosial-politik-ekonomi di Indonesia karena menjadi kelas yang terdidik. Dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tah...

Menggugat Patriarki dalam Tubuh HMI

Sahidatul Atiqah (Kader HMI Cabang Malang) Malang, LAPMI - Benarkah perempuan dalam hal ini yg berproses di dalam tubuh HMI sudah mendapatkan haknya atau sesederhana apakah sudah ada ikhtiar dalam pemberian hak tersebut? Secara teori, penghargaan terhadap perempuan di HMI sudah ada, ini dibuktikan dengan adanya wadah khusus yang menampung wacana keperempuanan yaitu KOHATI sebagai LSO (lembaga Semi Otonom), namun apakah ini sudah cukup? Atau sudah sejalan dengan implementasinya? Mari nyalakan nalar kritis kita.  Ada banyak sekali fenomena-fenomena terjadi didalam tubuh himpunan yang menstimulus kita untuk kembali mempertanyakan, benarkah KOHATI sebagai gerakan subtansi dalam ikhtiar mencapai keseimbangan antara laki-laki dan perempuan ataukah hanya formalitas belaka? Menjadikan perempuan sebagai pewarna saja. Fenomena-fenomena tersebut antara lain: Praktek Male Gaze Male gaze adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan cara pandang atau perspektif laki-laki yang dominan dalam ...