Langsung ke konten utama

Postingan

Musyawarah Ke-V LEPPAMI HMI Cabang Malang Dorong Arah Baru Pariwisata Berkelanjutan

Foto bersama anggota LEPPAMI HMI Cabang Malang (Dok: Taufiqurrahman/Lapmihmimalang) Malang, LAPMI – 25 Februari 2026, Musyawarah Lembaga (Muslem) Ke-V Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) HMI Cabang Malang menjadi momentum refleksi, evaluasi, sekaligus penentuan arah baru organisasi dalam mendorong kontribusi nyata terhadap lingkungan dan pariwisata berkelanjutan di Malang Raya. Kegiatan ini bertempat di Kampung Maha Siswa, Dau, Kabupaten Malang. Dalam forum tertinggi lembaga ini untuk memperkuat peran strategis LEPPAMI dalam merespons tantangan kerusakan lingkungan dan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan. Demisioner Direktur Utama LEPPAMI Cabang Malang, Mijar Alif Fahmi, menyampaikan bahwa musyawarah tersebut bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum kebangkitan lembaga dengan semangat dan arah gerak yang lebih terstruktur. “Momentum Musyawarah Lembaga Ke-V ini, bagi saya, bukan sekadar agenda rutin organisasi. Ini adalah titik refleksi, ...
Postingan terbaru

Presisi dalam Pukulan, Lalai dalam Perlindungan: Ketika Nyawa Anak Tak Seharga Wibawa

Mijar Alif Fahmi (Manusia Resah) Malang, LAPMI -  Kita hidup di zaman ketika kata presisi dielu-elukan sebagai simbol profesionalitas. Semuanya harus terukur, terencana, terarah. Tapi dalam tragedi meninggalnya seorang bocah akibat dugaan pemukulan oleh aparat, presisi itu terasa hadir di tempat yang salah. Pukulan bisa begitu tepat, begitu cepat, begitu “efektif”. Sayangnya, perlindungan justru tampak lambat, kabur, dan penuh jeda klarifikasi. Seorang anak kehilangan nyawa. Sebuah keluarga kehilangan masa depan dan publik kembali kehilangan kepercayaan. Dalam setiap peristiwa kekerasan oleh aparat, selalu ada pola komunikasi yang hampir seragam: peristiwa terjadi, simpati disampaikan, investigasi dijanjikan, lalu istilah “oknum” diluncurkan seperti sabun pembersih citra. Kata itu seolah menjadi tembok pemisah antara individu dan institusi. Padahal, jika kekerasan terus berulang dalam rentang waktu berbeda dan lokasi berbeda, publik berhak bertanya: apakah ini sekadar kebetulan per...

Mahasiswa Fakultas Syariah Sukses Terbitkan Sertifikat Halal bagi UMKM di Kecamatan Jabung

Foto bersama Pendamping Produk Halal(Mahasiswa/i Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) dengan para Pelaku Usaha di Kecamatan Jabung Malang, LAPMI -  Mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kontribusi konkret bagi masyarakat melalui program pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro. Program ini dilaksanakan di Desa Sukolilo dan Desa Kemantren, Kecamatan Jabung, dengan dokumentasi kegiatan diambil pada Minggu, 1 Februari 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan peran Halal Centre UIN Malang dalam mendukung program nasional percepatan sertifikasi halal yang dikoordinasikan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Mahasiswa terlibat langsung dalam seluruh tahapan pendampingan, mulai dari aspek legalitas usaha hingga pengajuan sertifikat halal. Pada tahap awal, mahasiswa mendampingi pelaku usaha dalam proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem ...

Dari Hak Sosial ke Komoditas Investasi: Krisis Rumah Bagi Kaum Muda Kelas Menengah di Indonesia

Mohammad Nayaka Rama Yoga (Kader HMI Cabang Semarang) Malang, LAPMI - Saat ini, membeli dan memiliki rumah sendiri bisa dibilang ibarat mimpi basah di siang bolong bagi kalangan masyarakat di kelas menengah, terutama bagi Gen-Z. Bagaimana tidak, menurut data Susenas dan kajian LPEM FEB UI ada sekitar 10–12 juta keluarga kelas menengah di Indonesia yang belum memiliki rumah sendiri. Hal ini menjadi paradoks, karena di antara mereka ini kebanyakan sudah bekerja dengan gaji minimum UMR, berpendidikan cukup tinggi (biasanya sudah tamat SMA/sederajat) dan selama ini selalu dianggap oleh dinas sosial sudah hidup berkecukupan. Padahal tanpa kita sadari secara langsung, kelas menengah inilah kelompok yang menjadi penggerak dan tulang punggung ekonomi negara. Kelas ini yang paling banyak membelanjakan uangnya, paling taat membayar pajak, dan menggerakkan dinamika sosial-politik-ekonomi di Indonesia karena menjadi kelas yang terdidik. Dalam data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada tah...

Menggugat Patriarki dalam Tubuh HMI

Sahidatul Atiqah (Kader HMI Cabang Malang) Malang, LAPMI - Benarkah perempuan dalam hal ini yg berproses di dalam tubuh HMI sudah mendapatkan haknya atau sesederhana apakah sudah ada ikhtiar dalam pemberian hak tersebut? Secara teori, penghargaan terhadap perempuan di HMI sudah ada, ini dibuktikan dengan adanya wadah khusus yang menampung wacana keperempuanan yaitu KOHATI sebagai LSO (lembaga Semi Otonom), namun apakah ini sudah cukup? Atau sudah sejalan dengan implementasinya? Mari nyalakan nalar kritis kita.  Ada banyak sekali fenomena-fenomena terjadi didalam tubuh himpunan yang menstimulus kita untuk kembali mempertanyakan, benarkah KOHATI sebagai gerakan subtansi dalam ikhtiar mencapai keseimbangan antara laki-laki dan perempuan ataukah hanya formalitas belaka? Menjadikan perempuan sebagai pewarna saja. Fenomena-fenomena tersebut antara lain: Praktek Male Gaze Male gaze adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan cara pandang atau perspektif laki-laki yang dominan dalam ...

Legitimasi Pesta Demokrasi: KPU-M Universitas IBU Sukses Gelar Pemira Damai Berasaskan Luber Jurdil

  Foto Bersama Anggota KPU-M Univ IBU Malang Malang, LAPMI - 22 Januari 2026 – Atmosfer demokrasi yang kental menyelimuti kampus Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang hari ini. Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) secara resmi sukses menyelenggarakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) untuk menentukan nakhoda kepemimpinan mahasiswa periode mendatang. Perhelatan yang berlangsung di area kampus sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini berjalan dengan eskalasi kedamaian yang tinggi serta menjunjung ketat asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil). Mekanisme Kontestasi yang Transparan Pemira tahun ini menyajikan dinamika politik yang unik, di mana pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Amrozi dan Maridanto, menghadapi tantangan dari kolom kosong (Paslon 02). Meski kontestasi bersifat unopposed, antusiasme mahasiswa tetap terjaga sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menentukan arah gerak organisasi mahasiswa. Setelah proses pemungutan suara berakhir tepat ...

Integrasi Literasi Teknologi dan Etika Islam dalam Pembentukan Kader HMI di Era Digital

Rama Jhinggo/Penulis Malang, LAPMI - Di era digital, perkembangan teknologi itu ibarat mesin yang berputar sangat cepat. Kalau kita tidak paham cara kerja mesinnya, kita bukan operator, tapi cuma penonton yang bisa kena imbas kalau mesin itu rusak. Maka dari itu, mencetak kader HMI berwawasan teknologi itu penting supaya kader HMI tidak cuma ikut arus, tapi bisa mengendalikan dan mengoptimalkan sistem. Teknologi dalam konteks ini bisa diibaratkan sebagai mesin produksi. Mesin akan bekerja maksimal kalau operatornya paham fungsi, batas kerja, dan cara perawatannya. Kader HMI yang berwawasan teknologi berarti kader yang paham cara menggunakan teknologi secara efektif dan efisien, tahu risiko dan dampaknya, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan output yang bermanfaat bagi umat dan bangsa. Nilai-nilai keislaman berperan sebagai standar keselamatan kerja (K3) dan manual book. Tauhid adalah pondasi rangka mesin, akhlak adalah pelumas agar gesekan sosial tidak menimbulkan pan...