Training Legislatif DPM UNMER Malang Cetak Mahasiswa Berintegritas dan Siap Kawal Kebijakan Publik di Era Society 5.0

 

Foto bersama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Merdeka (UNMER) Malang (Foto: Istimewa)

Lenteramalang.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Merdeka (UNMER) Malang menggelar Training Legislatif sebagai upaya meningkatkan kapasitas kepemimpinan mahasiswa dalam memahami proses legislasi, fungsi pengawasan, serta mekanisme advokasi. Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran untuk mencetak pemimpin muda yang berintegritas, adaptif, dan siap mengawal kebijakan publik di era Society 5.0.

Ketua DPM UNMER Malang 2026, Nofita Tamher, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan mahasiswa mengenai sistem legislatif, tetapi juga pembentukan karakter kepemimpinan yang berlandaskan integritas dan kepedulian terhadap masyarakat.

"Melalui kegiatan Training Legislatif ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami proses legislasi, fungsi pengawasan, dan mekanisme advokasi, tetapi juga mampu membangun karakter kepemimpinan yang berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap kepentingan masyarakat," ujar Nofita.

Ia menegaskan, mahasiswa memiliki tanggung jawab sebagai agen perubahan yang mampu berpikir kritis, mengawal kebijakan publik secara objektif, sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurutnya, perkembangan teknologi pada era Society 5.0 menghadirkan tantangan baru yang menuntut lahirnya pemimpin muda yang adaptif, namun tetap menjunjung tinggi etika, moral, serta nilai-nilai demokrasi.

"Dewan Perwakilan Mahasiswa UNMER Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang pembelajaran yang dapat mencetak kader-kader mahasiswa yang siap menjadi pemimpin masa depan, memiliki kapasitas intelektual, integritas, dan semangat pengabdian demi kemajuan kampus, daerah, dan bangsa," katanya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Blitar, Ismail Namsah, S.H., yang menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut menilai kepemimpinan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah perkembangan zaman.

"Kepemimpinan yang ideal bukan sekadar kemampuan memimpin atau memiliki kekuasaan, melainkan tentang bagaimana memberi teladan, menjaga integritas, dan mengutamakan kepentingan rakyat," tutur Ismail.

Ia menambahkan, era Society 5.0 menguji kemampuan mahasiswa untuk tetap adaptif terhadap perkembangan digital tanpa mengabaikan etika politik dan nilai-nilai kebangsaan.

"Mahasiswa dituntut menjadi Agent of Change yang mampu berpikir kritis, bertindak strategis, dan berdampak nyata bagi bangsa," ujarnya.

Melalui Training Legislatif tersebut, DPM UNMER Malang berharap lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya memahami mekanisme legislasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam mengawal kebijakan publik, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas dan berorientasi pada kepentingan bangsa.


Pewarta : Fahrurrozi 
Editor     : Amrozi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama