RAK ke-34 HMI Komisariat ISIP UMM Tegaskan Regenerasi Kepemimpinan dan Komitmen Melanjutkan Perjuangan Organisasi

Foto bersama anggota HMI Komisariat ISIP UMM saat Rapat Anggota Komisariat. Foto : Istimewa

Lenteramalang.com - Rapat Anggota Komisariat (RAK) ke-34 Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP) UMM yang berlangsung 23 Mei - 16 Juli 2026 menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan sekaligus evaluasi perjalanan organisasi selama satu periode kepengurusan.

Forum tertinggi di tingkat komisariat tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian laporan pertanggungjawaban dan pemilihan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi wadah refleksi atas dinamika organisasi serta penguatan komitmen dalam menjaga marwah HMI.

Ketua Umum HMI Komisariat ISIP UMM periode 2025–2026, Jemmy Kurniawan, menegaskan bahwa RAK merupakan bukti hidupnya tradisi demokrasi, musyawarah, dan kedewasaan kader dalam merawat organisasi.

"RAK yang telah kita lalui bukan sekadar forum pertanggungjawaban atau pergantian kepemimpinan. RAK adalah bukti bahwa HMI tetap hidup melalui musyawarah, dinamika, dan kedewasaan kader dalam menjaga marwah organisasi," ujar Jemmy.

Dalam penyampaian penutup masa jabatannya, Jemmy menyampaikan bahwa berakhirnya amanah sebagai Ketua Umum bukan berarti berakhir pula pengabdiannya sebagai kader HMI.

"Hari ini saya mengakhiri amanah sebagai Ketua Umum, tetapi tidak pernah mengakhiri pengabdian sebagai kader HMI. Jabatan memiliki batas waktu, sedangkan perjuangan tidak mengenal kata selesai," tegasnya.

Ia juga berpesan kepada kepengurusan yang akan datang agar menjaga komisariat dengan integritas, keberanian, dan keteladanan. Menurutnya, nilai sebuah kepemimpinan tidak diukur dari lamanya menjabat, melainkan dari jejak pengabdian yang ditinggalkan bagi organisasi.

Sementara itu, Formatur Terpilih HMI Komisariat ISIP UMM periode 2026–2027, Daeng Abdulrahman Ramadhan, menyampaikan bahwa RAK harus dimaknai sebagai ruang evaluasi yang kritis dan komprehensif terhadap perjalanan organisasi selama satu periode terakhir.

Menurutnya, evaluasi bukan sekadar memenuhi agenda konstitusional organisasi, melainkan menjadi instrumen untuk memperbaiki berbagai kekurangan serta memperkuat sistem perkaderan yang telah dibangun oleh generasi sebelumnya.

"Momentum Rapat Anggota Komisariat (RAK) HMI Komisariat ISIP UMM ke-34 ini hendaknya menjadi arena refleksi kritis dan evaluasi komprehensif atas dinamika kepengurusan selama satu periode terakhir. Evaluasi ini bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan upaya substansial untuk menambal ketimpangan institusional serta memperkokoh fondasi perkaderan," ungkap Daeng Abdulrahman.

Ia memandang amanah sebagai Formatur merupakan tanggung jawab strategis yang menuntut kemampuan memimpin organisasi di tengah keberagaman latar belakang kader serta dinamika intelektual yang terus berkembang.

Abdulrahman menegaskan bahwa kepengurusan yang akan datang tidak akan mengabaikan capaian-capaian pada periode sebelumnya. Sebaliknya, seluruh rekam jejak tersebut akan dijadikan fondasi untuk membangun organisasi yang lebih progresif, adaptif, dan memberikan dampak nyata.

"Seluruh rekam jejak dan pencapaian yang telah diletakkan pada periode sebelumnya tidak akan diabaikan. Hal tersebut justru akan kita jadikan sebagai pijakan perjuangan untuk merumuskan arah gerak organisasi yang lebih progresif, terukur, dan berdampak nyata bagi Komisariat ISIP UMM ke depan," katanya.

Melalui RAK ke-34 ini, HMI Komisariat ISIP UMM menegaskan komitmennya untuk terus menjaga tradisi intelektual, memperkuat kualitas perkaderan, serta memastikan estafet kepemimpinan berjalan secara demokratis. Regenerasi yang berlangsung diharapkan menjadi energi baru dalam mewujudkan komisariat yang semakin kokoh, progresif, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai perjuangan HMI.

(fr/red)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama