![]() |
| Sambutan hangat dari Mahasiswa dan Kader HMI kanjuruhan Malang. Foto : istimewa |
Lenteramalang.com – Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, menekankan pentingnya etika sebagai fondasi utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pesan tersebut disampaikan saat memberikan Orasi Ilmiah Kebangsaan di Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Selasa (7/7/2026).
Kedatangan Yusril di kampus Unikama disambut hangat oleh sivitas akademika, mahasiswa, serta kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Komisariat Kanjuruhan. Suasana penyambutan berlangsung penuh antusias sebelum kegiatan orasi ilmiah dimulai.
Dalam orasinya, Yusril menegaskan bahwa kekuatan sebuah negara tidak hanya bergantung pada konstitusi, tetapi juga pada etika yang menjadi pedoman bagi setiap penyelenggara negara. Menurutnya, hukum akan kehilangan arah apabila tidak dijalankan dengan moralitas yang baik.
"Dalam pemerintahan dan bernegara, etika sangat penting sebagai pedoman bernegara" ujar Yusril di hadapan peserta yang memenuhi ruang kegiatan.
Ia mengingatkan bahwa konstitusi dapat kehilangan makna apabila dijalankan tanpa etika. Bahkan, menurutnya, aturan hukum dapat disalahgunakan untuk membenarkan tindakan yang justru bertentangan dengan semangat konstitusi.
"Konstitusi bisa menjadi hampa, dan menjadi legitimasi bagi tindakan yang justru menyimpang dari konstitusi itu sendiri" katanya.
Yusril menjelaskan bahwa nilai-nilai etika dan moral dapat dipelajari melalui ajaran agama. Menurutnya, agama memberikan pedoman yang jelas dalam membentuk karakter manusia agar mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Etika dan moral dapat kita pelajari dari nilai-nilai agama yang kita anut. Agama adalah jalan yang lurus" tuturnya.
Selain membahas etika bernegara, Yusril juga menyoroti pentingnya bahasa sebagai identitas nasional. Ia menilai bahasa bukan hanya alat komunikasi, melainkan wujud implementasi jati diri sebuah bangsa.
"Bahasa adalah implementasi dari sebuah bangsa," ucapnya.
Orasi Ilmiah Kebangsaan tersebut menjadi ruang refleksi bagi sivitas akademika untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan. Yusril mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus untuk tidak hanya memahami hukum dan konstitusi, tetapi juga menjunjung tinggi etika, moral, serta integritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kegiatan berlangsung dengan antusias hingga selesai dan diikuti sivitas akademika Unikama, mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan, serta tamu undangan. Kehadiran kader HMI Cabang Malang Komisariat Kanjuruhan turut menambah semarak suasana penyambutan dan menunjukkan antusiasme mahasiswa terhadap gagasan kebangsaan yang disampaikan Yusril.
