![]() |
| Foto : Penulis Amrozi Presma Univ. IBU |
Lenteramalang.com | Awal bulan yang dibuka dengan duka akibat seporsi makanan suguhan negara, selasa tanggal 1 september 2026, puluhan ambulan memenuhi PP. manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur karena diduga keracunan massal usai menyantap Makanan Bergizi Gratis, ini adalah alarm keras ribuan kalinya untuk pemerintah atas kegagalan programnya, saya sebagai Presma Univ. IBU menyatakan sikap dengan tegas hentikan total program Makan Bergizi Gratis. bukan dievaluasi, bukan dibenahi sedikit bukan ditunda sementara, tetapi di hentikan total sampai Negara benar-benar sanggup mejamin makanan yang sampai ke mulut anak-anak Indonesia aman untuk di konsumsi.
Kasus ini
bukan insiden Tunggal, melainkan satu titik lagi dari rangkaian Panjang
kegagalan yang sudah berlangsung sejak program ini di realisasikan. Berdasarkan
data dikutip dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), yang di
verifikasi lewat catatan medis puskesman, RSUD. Dan rilis resmi Kesehatan di
setiap daerah terdampak, akumulasi korban keracunan MBG secara nasional
mencapai 40.759 korban. Tersebar di 36 provinsi, dengan sekala besar, tidak ada
lagi ruang untuk menyebut bahwa kejadian di sidoarjo sebagai kasus terisolasi,
atau kelalaian satu dapur. hal ini adalah kegagalan sistemik yang terjadi
berulang kali, di berbagai porvinsi selama lebih dari satu tahuun
berturut-turut dan angka korban yang makin tinggi.
Sertifikat
Laik Higiene Sanitase mampukah mengatasi keracunan MBG?
Pemerintah
melalui Badan Bergizi Gratis (BGN) Menyediakan Sertifikat Laik Higiene Sanitase
(SLHS) sebagai legal standing dan syarat mutlkak bagi setiap dapur (SPPG) untuk
beroprasi. kepala BGN menegaskan setatus ini antara nol atau satu tanpa SLHS seharusnya dapur tidak bisa
beroprasi dan di tutup secara perman. Batas waktu pemenuhan sudah di tetapkan
sejak 10 Agustus 2026, sayangnya fakta di lapangan hanya sebagai pemenuhan
administrasi di atas kertas, legalitas semacam ini tidak memberi jaminan
terhadap keselamatan anak bangsa
