![]() |
| Foto Kiri : Ketua Umum HMI Cabang Malang Mirdan Idham. Kanan Sekertaris Umum HMI Cabang Malang. Rifqi |
Lenteramalang.com | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang mengecam pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang menyebut keterpurukan Nahdlatul Ulama (NU) berkaitan dengan kepemimpinan alumni HMI.
Ketua Umum HMI Cabang Malang, Mirdan Idham, menilai pernyataan tersebut tidak layak disampaikan seorang pejabat negara. Menurutnya, kualitas kepemimpinan organisasi semestinya dinilai berdasarkan kapasitas, integritas, kebijakan, dan kinerja.
“Kalau ukuran kepemimpinan sebuah organisasi ditentukan dari almamater organisasi seseorang, maka itu adalah cara berpikir yang dangkal. Yang seharusnya dinilai adalah kapasitas, integritas, kebijakan, dan kinerja seseorang, bukan dari mana ia pernah berproses secara organisasi,” ujar Mirdan.
Mirdan menegaskan HMI tidak menolak kritik terhadap organisasinya. Namun, ia meminta kritik disampaikan berdasarkan argumentasi dan fakta, bukan melalui generalisasi yang dapat mempertentangkan HMI dengan NU.
“Kami tidak alergi terhadap kritik. HMI justru lahir dari tradisi intelektual yang terbuka terhadap kritik. Tetapi kritik harus berbasis argumentasi dan fakta,” tegasnya.
Menurut Mirdan, pernyataan pejabat publik memiliki dampak lebih besar terhadap persepsi masyarakat. Karena itu, pejabat negara dinilai harus mempertimbangkan konsekuensi setiap pernyataan yang disampaikan di ruang publik.
“Muhaimin Iskandar harus memahami bahwa dirinya bukan sekadar individu ketika berbicara di ruang publik. Ia adalah pejabat negara. Karena itu, setiap pernyataan harus memiliki tanggung jawab kebangsaan,” katanya.
Mirdan juga menilai HMI dan NU memiliki sejarah panjang dalam perjalanan bangsa Indonesia. Kedua organisasi tersebut, menurutnya, tidak semestinya dipertentangkan hanya karena perbedaan latar belakang organisasi.
“HMI dan NU keduanya memiliki sejarah perjuangan dan kontribusi terhadap bangsa. Kalau ada kritik terhadap NU, sampaikan secara objektif. Jangan kemudian alumni HMI dijadikan kambing hitam,” ujar Mirdan.
Sementara itu, Sekretaris Umum HMI Cabang Malang, Rifqi, meminta Muhaimin lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan sebagai Menteri Koordinator.
“Mestinya Muhaimin sebagai Menko mampu menahan diri dan lebih bijak dalam menyampaikan pernyataan. Jangan sampai ucapan seorang pejabat justru menjadi pemantik konflik antarsesama anak bangsa,” ujar Rifqi.
Rifqi menilai persoalan internal NU seharusnya dibahas berdasarkan fakta dan evaluasi terhadap persoalan yang ada, bukan dengan mengaitkannya pada identitas organisasi tertentu.
“Kalau ada persoalan di dalam NU, mari bicara berdasarkan fakta dan evaluasi terhadap persoalannya. Jangan kemudian mengarahkan kesalahan kepada identitas organisasi tertentu,” katanya.
Atas polemik tersebut, HMI Cabang Malang menyerukan kader HMI di seluruh Indonesia menyikapinya melalui aksi moral yang tetap berada dalam koridor konstitusional dan intelektual.
HMI Cabang Malang juga mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi dan mencopot Muhaimin Iskandar dari Kabinet Merah Putih. Desakan itu disampaikan sebagai sikap organisasi terhadap pernyataan yang dinilai menimbulkan polemik dan berpotensi memperlebar konflik identitas.
HMI Cabang Malang menegaskan sikap tersebut bukan untuk mempertentangkan HMI dengan NU. Organisasi itu meminta perbedaan pandangan tidak dijadikan instrumen untuk membangun konflik identitas di tengah masyarakat.
(/*red)
