![]() |
| Foto: Istimewa |
Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 33 siswa
mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukoharjo 1, Kecamatan Klojen. Sementara itu, Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang mencatat jumlah siswa terdampak mencapai
35 orang.
Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian mengungkap dugaan
penyebab insiden tersebut. Sampel makanan yang diuji menunjukkan adanya cemaran
bakteri Escherichia coli (E. coli) pada menu olahan telur dengan
kadar melebihi ambang batas yang diperbolehkan.
Temuan tersebut menguatkan dugaan bahwa salah satu komponen
makanan yang disajikan menjadi pemicu gangguan kesehatan yang dialami para
siswa. Bakteri E. coli diketahui dapat menyebabkan infeksi saluran
pencernaan dengan gejala berupa diare, kram perut, mual, muntah, hingga demam,
tergantung pada jenis bakteri dan tingkat kontaminasinya.
Menyusul hasil uji laboratorium tersebut, distribusi makanan
dari SPPG Sukoharjo 1 dihentikan sementara.
