Langsung ke konten utama

HMI Cabang Malang Salurkan Hasil Galang Dana Bagi Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru

Dokumentasi: Kader Hmi Komisariat Madani/Suliswati 

Malang, LAPMI – Aliansi Komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang telah melakukan penyaluran hasil penggalangan dana bagi korban bencana erupsi gunung semeru pada hari sabtu, 11/12/2021. Penyaluran dilakukan di posko bencana tepatnya di desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. 

Koordinator aksi penggalangan dana Fuad Abdullah mengatakan, penggalangan dana yang dilaksanakan diikuti oleh beberapa Komisariat HMI cabang malang berlangsung selama dua hari, hari Selasa dan Rabu bertepatan pada tanggal 7 dan 9 Desember 2021 dengan dana yang terkumpul sebanyak Rp. 7.001.000. 

“Partisipan penggalangan dana yang dilaksanakan terdiri dari komisariat Madani, Lafran Pane, Jabal Thareeq, Petrik, KIP, Al-Kindi, Ki Hajar Dewantara, Mulla Shadra, Al-tsawrah, cabang malang berlangsung selama dua hari, dari hari selasa dan hari rabu dan berhasil mengumpulkan dana sebanyak Rp. 7.001.000”. Tuturnya. 

Ia juga menyampaikan dari dana yang terkumpul dibelanjakan barang-barang yang dibutuhkan oleh warga atau masyarakat yang terdampak bencana erupsi gunung Semeru. 

“Dari galang dana yang kita laksanakan selama beberapa hari tersebut kita belanjakan dalam bentuk barang kebutuhan pokok warga atau masyarakat terdampak, kemudian langsung didistribusikan langsung lewat posko bencana”. Pungkasnya. 

Kemudian koordinator aksi menyampaikan banyak terima kasih kepada semua kader komisariat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan aksi kemanusiaan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa dengan bantuan tersebut semoga dapat meringankan beban korban bencana erupsi gunung merapi. 

“Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk semua kader komisariat yang tergabung dalam aliansi dapat menyempatkan waktunya yang mungkin disibukkan dengan kuliah, dan untuk teman-teman ataupun saudara kita yang terdampak musibah semoga dengan bantuan kebutuhan pokok ini sedikit banyak dapat membantu, meski nilai yang kecil tapi ini sebagai bentuk rasa solidaritas dan kemanusiaan kami terhadap sesama”. Tutupnya.

Penulis: Ahmad Fauzi

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...