![]() |
| Nurul Asmalia / Ketua Umum HMI Komisariat UNITRI 2026-2027. Foto: Istimewa |
Lenteramalang.com - Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat UNITRI Periode 2026–2027, Nurul Asmalia, mengajak seluruh kader menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian, pengembangan intelektualitas, dan perjuangan, bukan sekadar wadah untuk meraih jabatan.
Ajakan tersebut disampaikan usai dirinya resmi ditetapkan dan dilantik sebagai Ketua Umum HMI Komisariat UNITRI Periode 2026–2027. Dalam pidatonya, Nurul mengawali sambutan dengan sebuah refleksi mengenai eksistensi HMI yang mampu bertahan selama lebih dari tujuh dekade.
"Ada satu pertanyaan yang terus terlintas di benak saya sejak ditetapkan sebagai Formatur Ketua Umum HMI Komisariat UNITRI. Setelah lebih dari tujuh dekade HMI berdiri, apa yang membuat organisasi ini tetap bertahan?" ujarnya.
Menurut Nurul, kekuatan HMI tidak terletak pada nama besar organisasi maupun banyaknya tokoh yang telah dilahirkan. Lebih dari itu, keberlangsungan HMI ditopang oleh konsistensi setiap generasi kader dalam menjaga cita-cita perjuangan organisasi di tengah dinamika perubahan zaman.
"HMI tetap hidup karena di setiap generasi selalu ada orang-orang yang bersedia menjaga cita-cita, meskipun zaman terus berubah. Orang-orang itu adalah kita semua," tegasnya.
Mengutip pemikiran Tan Malaka bahwa "Idealisme adalah kemewahan terakhir yang dimiliki pemuda," Nurul mengajak seluruh kader untuk terus memelihara idealisme, keberanian berpikir kritis, serta keberpihakan kepada masyarakat di tengah menguatnya arus pragmatisme.
Ia menegaskan bahwa HMI membutuhkan kader-kader yang mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa, bukan sekadar menjadi bagian dari organisasi secara administratif.
"HMI tidak membutuhkan kader yang hanya hadir untuk mengisi absensi. HMI membutuhkan kader yang hadir untuk mengisi peradaban," katanya.
Nurul juga menekankan bahwa amanah kepemimpinan tidak dapat dijalankan secara individual. Menurutnya, kemajuan organisasi hanya dapat diwujudkan melalui kerja kolektif seluruh kader yang berkomitmen terhadap nilai-nilai keilmuan, keberanian, dan kebermanfaatan.
"Organisasi ini tidak akan dibesarkan oleh satu ketua umum, melainkan oleh sekumpulan kader yang percaya bahwa ilmu harus melahirkan keberanian, dan keberanian harus melahirkan kebermanfaatan," ungkapnya.
Dalam masa kepemimpinannya, Nurul berkomitmen menjadikan HMI Komisariat UNITRI sebagai rumah intelektual yang mampu melahirkan insan cita, yakni kader yang tidak hanya unggul dalam pemikiran, tetapi juga berani mengambil peran dalam menentukan arah perubahan sosial.
Menutup sambutannya, ia berpesan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar memaknai jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar simbol dalam struktur organisasi.
"Organisasi ini tidak membutuhkan orang-orang yang hanya pandai hadir di foto, tetapi membutuhkan mereka yang rela hadir dalam setiap perjuangan. Jabatan yang kalian sandang malam ini bukanlah hadiah, melainkan amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan manusia, sejarah, dan di hadapan Allah SWT," pungkasnya.
(*/red)
