Langsung ke konten utama

Peduli Korban Erupsi Semeru, HMI Komisariat Unitri Adakan Penggalangan Dana

 

Dokumentasi: Komisariat Unitri, Universitas Tribhuwana Tunggadewi/ Moh. Khoirurrohman

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, Komisariat Unitri, Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Komuni) sukses melakukan Aksi Penggalangan Dana untuk Korban Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 04 Desember 2021, sabtu lalu. Aksi Penggalangan Dana tersebut dilakukan di Perempatan Jl, Veteran, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pada Tanggal 07 sampai 08 Desember. Rabu, (08/12/2021)

Aksi tersebut dilakukan selama dua hari dan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 8.406, 000. Salah satu koordinator dalam aksi penggalangan dana tersebut (Moh. Khoirurrohman) menyampaikan bahwa Nantinya seluruh dana tersebut akan disalurkan langsung ke lokasi terdampak bencana alam Erupsi Gunung Semeru.

Komisariat Unitri Gelar Aksi Galang Dana/ Hasin Sanusi

“Alhamdulillah kita melaksanakan penggalangan dana kemaren selama 2 hari, total dana yang kita kumpulkan sebesar Rp. 8.406.000. Dan untuk hasil yang kemarin kita laksanakan aksi kemanusiaan, dari kawan-kawan Himpunan berinisiatif langsung kita salurkan ke tempat lokasi bencana”, pungkasnya

Khoirurrohman juga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan yang diberikan oleh para kontributor dalam aksi penggalangan dana ini bukan hanya berupa uang tunai. Namun ada juga yang menyalurkan bantuannya berupa pakaian dan alat sholat.

“Kemaren pas kita penggalangan dana ada beberapa orang yang ikut membantu berupa pakaian, sajadah dan mukennah. Alhamdulillah” ucapnya

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak warga Kota Malang yang telah menyalurkan bantuannya lewat Aksi Penggalangan Dana yang digelar oleh HMI Komisariat Unitri, Rohman juga berharap kita harus selalu tanggap terhadap persoaalan kemanusiaan.

“Kami perwakilan dari kawan kawan Himpunan Mahasiswa Islam banyak berterima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Malang khususnya yang sudah ikut berpartisipasi mengenai persoalan ini dan juga jangan pernah bosan dengan segala kebaikan. Harapan terbesar dari bidang PTKP selaku koordinator dalam agenda ini ialah bagaimana kita selalu siap tanggap apabila ada persoaalan kemanusiaan. Panjang umur rasa kemanusiaan, tumbuh subur hal-hal kebaikan” tegasnya.

Ketua Umum HMI Komisariat Unitri, Ema Mutia Fitri juga menyampaikan bahwa ia sangat mempercayai setiap bentuk kemanusiaan dari pada pengurus dan anggota HMI Komisariat Unitri sehinnga selalu berinisiatf untuk melakukan aksi sosial seperti ini.

“Secara pribadi saya mempercayai bahwa ini bentuk kemanusiaan dari pada pengurus dan anggota HMI Komisariat Unitri sehingga berinisiatif untuk melaksanakan penggalangan dana dan membantu saudara-saudara kita di Kabupaten Lumajang khususnya di kaki Gunung Semeru” ungkapnya.

Ia juga berharap semoga jiwa kemanusiaan di setiap diri kader HMI tidak luntur bahkan harus lebih peka terhadap bencana alam yang terjadi, yang mana ini sesuai dengan tujuan HMI.

“Harapannya semoga jiwa kemanusiaan di setiap diri kader HMI tidak luntur bahkan harus lebih peka terhadap Bencana Alam yang terjadi, yang mana ini sesuai dengan tujuan HMI itu sendiri” tutupnya

Penulis: Agus Salim

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...