![]() |
| Poteret kegiatan pengajian umum di desa sapenda sebagai bentuk penutupan UM BBM (Doc. Istimewa) |
Lenteramalang.com | Setelah lebih dari satu bulan membersamai masyarakat melalui berbagai program pengabdian, Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Desa Dapenda resmi menutup seluruh rangkaian kegiatannya dengan menggelar pengajian bersama masyarakat pada Kamis malam Jumat, 23 Juli 2026, bertempat di GOR Pangeran Selor, Desa Dapenda, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Penutupan ini menjadi momentum penuh makna sebagai ungkapan rasa syukur atas seluruh program yang telah terlaksana sekaligus mempererat tali silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat.
Dipilihnya pengajian sebagai bentuk penutupan bukan tanpa alasan. Masyarakat Desa Dapenda dikenal memiliki kehidupan religius yang sangat kuat, di mana nilai-nilai keislaman telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Berangkat dari karakter masyarakat tersebut, mahasiswa UM BBM memilih menutup rangkaian pengabdian melalui pengajian sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus ungkapan syukur kepada Allah SWT atas kelancaran seluruh program yang telah dijalankan. Diharapkan, doa-doa yang dipanjatkan bersama menjadi ikhtiar agar setiap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Dapenda beserta jajaran perangkat desa, Camat Batang-Batang beserta jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga Desa Dapenda yang memadati lokasi acara. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran eratnya kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat selama pelaksanaan UM BBM.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, kemudian pembacaan doa yang dipimpin oleh mahasiswa UM BBM Desa Dapenda dan dilanjutkan dengan lantunan shalawat yang menambah kekhidmatan suasana. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Desa UM BBM, Kepala Desa Dapenda, serta Camat Batang-Batang sebelum memasuki acara inti.
Dalam sambutannya, Koordinator Desa UM BBM Desa Dapenda menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan UM BBM dengan lancar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima mahasiswa layaknya keluarga sendiri selama masa pengabdian. Menurutnya, keberhasilan setiap program yang telah terlaksana tidak terlepas dari dukungan, partisipasi, dan semangat gotong royong masyarakat Desa Dapenda. "Kami datang untuk belajar sekaligus mengabdi. Terima kasih atas setiap pengalaman, kebersamaan, dan kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Semoga silaturahmi ini tetap terjalin meskipun masa UM BBM telah berakhir," ungkapnya.
![]() |
| Foto bersama panitia dan peserta UM BBM 2026 (Doc. Istimewa) |
Kepala Desa Dapenda dalam sambutannya turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh mahasiswa UM BBM yang telah memberikan tenaga, pikiran, serta berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat kekurangan, baik yang berasal dari masyarakat maupun jajaran pemerintah desa. Selain itu, beliau berpesan agar berbagai nilai dan pengalaman baik yang diperoleh selama berada di Desa Dapenda dapat menjadi bekal berharga ketika mahasiswa kembali ke bangku perkuliahan maupun terjun ke tengah masyarakat. Sementara itu, hal-hal yang kurang berkenan selama berada di Desa Dapenda diharapkan cukup menjadi bahan evaluasi dan tidak menjadi kenangan yang dibawa pulang.
Senada dengan itu, Camat Batang-Batang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada mahasiswa UM BBM yang telah mengabdikan diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Desa Dapenda. Beliau turut menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan terdapat pelayanan maupun hal-hal yang masih kurang berkenan. Menurutnya, kegiatan UM BBM merupakan bentuk sinergi yang baik antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan desa serta memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat.
Acara inti diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh KH. Suyono Idris Rikna. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa pengajian penutupan UM BBM bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna yang sangat besar. Menurut beliau, dipilihnya pengajian sebagai penutup menjadi simbol rasa syukur atas selesainya pengabdian sekaligus menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah dan tali silaturahmi antara mahasiswa dengan masyarakat. Beliau juga mengajak seluruh hadirin untuk terus menjaga kebersamaan, saling mendoakan, serta mempertahankan semangat gotong royong yang telah terbangun selama mahasiswa melaksanakan pengabdian di Desa Dapenda.
Pengajian penutupan ini bukan hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan UM BBM Desa Dapenda, tetapi juga menjadi momen refleksi atas perjalanan pengabdian yang telah dilalui bersama. Selama masa pengabdian, mahasiswa telah melaksanakan berbagai program di bidang lingkungan, ekonomi, dan edukasi yang mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa serta masyarakat. Kebersamaan yang terjalin selama proses tersebut menjadi modal berharga dalam mewujudkan pengabdian yang tidak hanya memberikan manfaat, tetapi juga meninggalkan kesan yang mendalam bagi semua pihak.
Melalui pengajian penutupan ini, UM BBM Desa Dapenda berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat menjadi awal dari keberlanjutan perubahan positif di tengah masyarakat. Meskipun masa pengabdian telah usai, semangat kebersamaan, kepedulian, gotong royong, dan silaturahmi yang telah terbangun diharapkan tetap terjaga. Penutupan yang dibingkai dengan doa dan kebersamaan ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan UM BBM Desa Dapenda, sekaligus awal dari ikatan kekeluargaan yang akan terus dikenang oleh mahasiswa maupun masyarakat.
Pewarta : Fahrur Rozi
Editor : Rozi

