![]() |
| Foto : Polisi mengevakuasi dua jenazah di Kelurahan Cemoro Kandang, Kecamatan Kedungkandang Kota Malang (Doc. Polresta Malang) |
Lenteramalang.com – Bau menyengat dari sebuah rumah di Jalan Sampurno, Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mengungkap keberadaan dua perempuan yang ditemukan meninggal dunia. Kedua korban ditemukan warga pada Kamis (13/8/2026) sore setelah kondisi rumah terkunci dari dalam.
Kedua korban diketahui berinisial S.M. (54) dan M. (75), warga Kelurahan Cemorokandang. Penemuan bermula sekitar pukul 15.00 WIB ketika seorang warga berinisial A.S. (51) mencium bau menyengat dari arah rumah korban.
Selain bau, saksi melihat banyak lalat berterbangan di sekitar rumah. Curiga dengan kondisi tersebut, saksi kemudian mencari sumber bau hingga diketahui berasal dari dalam rumah.
Saksi sempat mencoba membuka pintu, tetapi seluruh akses rumah dalam kondisi terkunci. Saat mengintip melalui celah bagian bawah pintu samping, saksi melihat sepasang kaki tergeletak di lantai.
Di sekitar kaki tersebut, saksi juga melihat cairan berwarna hitam. Saksi kemudian meminta bantuan warga untuk membuka pintu rumah secara paksa.
Setelah pintu berhasil dibuka, warga mendapati dua perempuan telah meninggal dunia di dalam rumah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada keluarga korban dan diteruskan ke Polsek Kedungkandang.
Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobhikin membenarkan penemuan dua jenazah perempuan tersebut pada Jumat (14/8/2026).
“Benar, pada Kamis sore telah ditemukan dua orang perempuan meninggal dunia di sebuah rumah di wilayah Cemorokandang, Kedungkandang. Penemuan berawal dari saksi yang mencium bau menyengat dari arah rumah korban,” kata Lukman.
Petugas kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kedua jenazah selanjutnya dievakuasi ke kamar jenazah RSUD dr. Saiful Anwar Malang.
Menurut Lukman, berdasarkan keterangan warga, korban M. diketahui telah lama mengalami sakit. Sementara S.M. disebut warga mengalami depresi.
Meski demikian, polisi belum menyimpulkan penyebab kematian kedua korban. Keluarga juga tidak berkenan dilakukan visum secara keseluruhan dan hanya mengizinkan pemeriksaan luar.
“Keluarga korban tidak berkenan dilakukan visum secara keseluruhan dan hanya bersedia dilakukan visum luar,” ujar Lukman.
(*/red)
