![]() |
| Foto jajaran kepengurusan HMPS KSATRIA (Doc : Istimewa) |
Acara yang memadukan kompetisi, selebrasi budaya, dan ruang wirausaha ini dihadiri oleh pelajar tingkat SLTA sederajat se-Malang Raya. Tepat pada pukul 08.30 WIB, suasana khidmat menyelimuti ruangan saat seluruh hadirin berdiri bersama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ketukan khidmat ini menjadi pemantik semangat sebelum rangkaian acara dinamis dimulai. Setelah laporan dari Ketua Pelaksana yang memaparkan kesiapan teknis acara, panggung utama diambil alih oleh runtunan sambutan hangat sekaligus pembukaan resmi.
Menghidupkan Jiwa Kritis dan Estetika Lewat Literasi
Dalam sambutannya, Ketua HMPS KSATRIA menegaskan bahwa KSATRIA LITERAYA bukan sekadar seremonial musiman, melainkan sebuah gerakan kultural untuk merawat nalar kritis generasi muda di tengah gempuran era digital.
"Hari ini kita melihat antusiasme yang luar biasa dari teman-teman SLTA se-Malang Raya. Melalui KSATRIA LITERAYA, kami ingin membuktikan bahwa literasi tidak pernah kaku. Lewat lomba orasi, kita mengasah ketajaman berpikir dan keberanian bersuara. Lewat puisi, kita merawat kelembutan jiwa. Ini adalah wadah bagi para ksatria muda untuk menumpahkan ide, gagasan, dan keresahan mereka secara estetis," ujar Sam Fiko selaku Ketua HMPS dalam sambutannya.
Apresiasi mendalam juga datang dari pihak birokrasi kampus. Ketua Program Studi PBSI Universitas Insan Budi Utomo secara resmi membuka acara yang disambut tepuk tangan meriah. Dalam steatmentnya, Kaprodi PBSI menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan generasi muda dalam menjaga warisan bahasa.
"Kami di Program Studi PBSI sangat bangga dengan inisiatif luar biasa dari HMPS KSATRIA. Kegiatan seperti ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kita mampu menjadi motor penggerak literasi di masyarakat. Untuk para peserta dari tingkat SLTA se-Malang Raya, selamat untuk para pemenang lomba. Tunjukkan bahwa pemuda hari ini adalah pemuda yang literat, yang tidak hanya pandai membaca situasi, tetapi juga lantang menyuarakan kebenaran dan keindahan lewat bahasa," ungkap Nur Wakhid Mulyono, M.Pd Ketua Prodi PBSI dalam sambutannya.
Kemeriahan Festival: Dari Panggung Seni hingga Bazar Kreatif
Usai seremoni pembukaan, tensi keseruan langsung meningkat. Panggung Amfiteater seketika berubah menjadi medan unjuk bakat yang memukau. Di satu sisi, para pemenang lomba orasi tampil dengan retorika yang memukau, membahas isu-isu sosial dengan kritis dan berani. Di sisi lain, deretan pemenang lomba puisi berhasil menghanyutkan emosi penonton lewat penghayatan bait-bait sastra yang menyentuh kalbu.
Tidak hanya kompetisi yang menjadi magnet. Suasana kian hidup dengan adanya tampilan kreasi seni budaya yang dibawakan oleh mahasiswa PBSI, mulai dari tari tradisional yang sarat makna hingga musikalisasi puisi yang kontemporer.
Di luar area utama Amfiteater, koridor lantai 1 disulap menjadi area Bazar Kreatif. Deretan stan bazar yang dikelola oleh mahasiswa dan Sponshor menyajikan ragam kuliner unik, pernak-pernik kreatif, hingga makanan berbagai macam khas daaerah. Bazar ini tidak hanya memanjakan lidah dan mata para pengunjung, tetapi juga melatih mahasiswa PBSI sebagai Insan Interpreneur di lingkungan kampus.
Acara KSATRIA LITERAYA 2026 ini diharapkan mampu menjadi pemantik awal bagi para pelajar di Malang Raya untuk terus mencintai dunia literasi, sekaligus menegaskan posisi Prodi PBSI Universitas Insan Budi Utomo sebagai rahim bagi lahirnya generasi yang kreatif, kritis, dan berbudaya.
Editor : Amrozi
