Langsung ke konten utama

Diskusi Publik HMI Komisariat Jabal Thareeq: "Arus Balik HMI Malang; Reorientasi Perkaderan dan Pergerakan Menjawab Masa Depan"

Foto bersama peserta dan narasumber dalam agenda Diskusi Publik HMI Komisariat Jabal Thareeq

Upaya melek perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Jabal Thareeq Koordinator Komisariat (KOORKOM) Nasional ITN Malang, kembali menggelar Diskusi Publik yang bertajuk "Arus Balik HMI Malang; Reorientasi Perkaderan dan Pergerakan Menjawab Masa Depan" yang diadakan di Graha Insan Cita 1, pada Sabtu, 24/02/2024.

Dalam sambutannya, Galank Vijanarki, selaku Ketua Umum Komisariat Jabal Thareeq, menyampaikan bahwa saat ini Kader HMI harus perbanyak mengintrospeksi diri atas keadaan yang dialami oleh HMI saat ini.

"Kita perlu mengintrospeksi diri, jangan-jangan selama ini HMI sudah mengalami degradasi, jangan-jangan bukan karena minat mahasiswa yang tidak mau berorganisasi, atau mungkin HMI yang sudah tidak punya value untuk ditawarkan kepada mereka" ungkap Galank.

Menyadari pentingnya melakukan perubahan, Galank menegaskan alasan diadakannya agenda tersebut merupakan gerakan kolektif untuk menyadarkan setiap kader atau orang-orang yang terlibat dalam lingkup HMI untuk lebih mengedepankan kesadaran kolektif guna perbaikan HMI untuk masa depan

"Alasan diadakan agenda ini, kita perlu adanya gerakan kolektif untuk menuju keadaan yang berbeda dari yang sebelumnya, Sehingga tema agenda ini adalah Arus Balik HMI Malang; Reorientasi Perkaderan dan Pergerakan Menjawab Masa Depan. Dalam diskusi kali ini kita semua yang hadir disini sama-sama harus melakukan gerakan kolektif untuk berkomitmen bersama agar agenda-agenda HMI tidak hanya mengedepankan diskusi saja tapi juga aksi nyata untuk kebaikan HMI di masa depan," tambahnya.

Diskusi Publik yang dihadiri oleh para mahasiswa dan pengurus HMI dari berbagai komisariat di Cabang Malang tersebut bertujuan untuk mencari solusi atas tantangan dan perubahan zaman. Reorientasi perkaderan dan pergerakan HMI menjadi fokus utama dalam upaya menjawab tuntutan masa depan. Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, diharapkan HMI dapat kembali menjadi kekuatan yang relevan dan berdampak positif bagi masyarakat.

Agenda ini juga turut mengundang beberapa Narasumber yaitu Muqaddim Djakra (Ketua Umum Koorkom Nasional ITN Malang) Arif Akbarrurrijal (Ketua Umum BPL HMI Cabang Malang) dan Rajab Abubakar Sidiq Jailani (Direktur Utama Lapmi Cabang Malang).


Penulis: RJB
Editor: Reny Tiarantika


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...