Langsung ke konten utama

Pelantikan LTMI Cabang Malang, Alief Ramadhan: Komitmen Dan Penguatan Internal Pengurus Menjadi Prioritas Utama

 

Dokumentasi : lapmimalang/ Ahmad Fauzi

Malang, LAPMI - Setelah melakukan Diklatsus dan Muslem ke I, Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) Cab. Malang mengadakan pelantikan pengurus periode 2021/2022. Pelantikan diadakan pada hari sabtu, (26/06/2021) di Hall Room Sekertriat HMI Cab. Malang Jl. Jendral Basuki Rahmat 101 Atas, dengan tema “Aktualisasi LTMI Dalam Pembangunan Bangsa”.

Alief Ramadhan selaku direktur eksekutif terpilih dalam muslem ke I LTMI berharap para pengurus yang baru dilantik dapat menanamkan komitmen untuk mencapai LTMI yang kolaboratif, kritis, kreatif dan berkarakter ke depannya.

“Karena memang dalam hal ini para pengurus baru dilantik maka kami masih fokus pada penguatan internal pengurus dan komitmen untuk kedepan”. Ujar Alief.

Tidak hanya itu, alief juga mengatakan bahwa dengan adanya LTMI kita dapat meciptakan kader yang siap dalam menghadapi perkembangan teknologi yang sangat cepat seperti pada saat ini sudah memasuki era industri 4.0 dan sebentar lagi mencapai era industri 5.0.

Selanjutnya Moh. Hermawan selaku direktur administrasi dan kesekertariatan menambahkan bahwa dengan dilantiknya pengurus baru dapat membawa LTMI menjadi lembaga yang lebih eksis dalam lingkup teknologi.

“Harapannya LTMI menjadi Lembaga yang eksis dalam lingkup teknologi yang artinya eksis dari segi kemitraan dengan beberapa instansi yang mempunyai korelasi mengenai teknologi”. Tegas Hermawan.

Terakhir, hermawan juga berharap LTMI dimana anggota atau kader LTMI yang mempunyai keahlian dari berbagai disiplin ilmu dapat menjalin kolaborasi dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan daerah,

“Lingkup teknologi ini sangat luas dimana kita dapat masuk ke berbagai bidang khusunya pembangunan daerah dalam lingkup teknologi misalnya pembangunan batu smart city, kendala-kendala UMKM pada suatu desa, tinggal bagaimana kita menata strategi secara sistemastis untuk melaksanakannya”. Tutupnya.

Penulis: Ahmad Fauzi

Editor: Bagus Satria

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...