Langsung ke konten utama

LTMI HMI Cabang Malang Dilantik, Siap Cetak Kader HMI Berteknologi Islami

Foto bersama pengurus LTMI HMI Cabang Malang pasca pelantikan (Dok:Lapmihmimalang/Lukman)

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang resmi melantik Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) HMI Cabang Malang Periode 2025-2026 di Sekretariat HMI Cabang Malang, Minggu (28/12/2025).

Acara pelantikan ini mengusung tema "Mencetak Kader HMI Berwawasan Teknologi Berlandaskan Nilai-Nilai KeIslaman di Era Digital." Rangkaian acara meliputi seremoni pelantikan, pembacaan ikrar sumpah jabatan, dan sambutan dari pengurus HMI Cabang Malang.

Dalam sambutannya, Ketua Umum HMI Cabang Malang yang diwakili oleh Kabid PPDES, Zul Fahmi Fikar, menekankan pentingnya komitmen perkaderan dalam HMI. "Pelantikan ini merupakan tahap awal teman-teman berjuang di wilayah LPP dalam tubuh HMI sebagai komitmen perkaderan" ujarnya.

Sementara itu, Muhamad Fauzan, Direktur Utama LTMI yang baru dilantik, berjanji akan menjaga amanah dan meningkatkan kontribusi LTMI dalam perkaderan HMI. "Semoga LTMI kedepannya punya kontribusi terhadap komitmen perkaderan, dengan berharap agar di kepengurusan kali ini menjaga amanah sampai ujung tombak waktu penghabisan" ungkapnya.

Momentum pelantikan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi LTMI HMI Cabang Malang untuk terus maju dan mengembangkan teknologi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.


Pewarta : Lukman Timu Lobaq
Editor    : Amrozi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...