Langsung ke konten utama

BADKO HMI Jatim Gelar Konsolidasi Daerah dan Rapat Pleno I di Bojonegoro, Bahas Enam Isu Strategis

 

Dokumentasi Konsolidasi Daerah &
Rapat Pleno 1 BADKO HMI Jatim


Malang, LAPMI - Badan Koordinasi (BADKO) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Jawa Timur menyelesaikan rangkaian Konsolidasi Daerah dan Rapat Pleno I yang digelar di Kabupaten Bojonegoro pada 7–9 Agustus 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 20 cabang HMI se-Jawa Timur.

Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Staf Khusus Kementerian Koperasi dan UKM RI Hasby Mohammad Zamri, Kepala BPSDM Jawa Timur Dr. Ramliyanto, SP., MP. yang mewakili Gubernur Jawa Timur, Asisten II yang mewakili Bupati Bojonegoro, perwakilan SKK Migas Jabanusa Dimas Ario Rudhy Pear, Anggota Bawaslu Jawa Timur Dewita Hayu Shinta dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur Sri Wahyuni.

Dalam rapat pleno tersebut, BADKO HMI Jatim secara tegas membahas enam isu strategis yang menjadi fokus organisasi pada semester kedua tahun ini, yakni: Makan Bergizi Gratis, Sekolah Kerakyatan, Tambang di Wilayah Jawa Timur, Rokok Ilegal di Wilayah Jawa Timur, Human Trafficking di Wilayah Jawa Timur, Perkaderan HMI di wilayah koordinasi BADKO HMI Jatim.

Enam poin tersebut akan dikaji secara lebih mendalam melalui forum-forum kajian kritis yang digelar sepanjang semester dua nanti. Selain agenda utama, kegiatan ini juga dirangkai dengan lomba English Speech Contest tingkat SLTA se-Kabupaten Bojonegoro dan penyaluran santunan bagi anak yatim piatu.

Ketua Umum BADKO HMI Jawa Timur menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar agenda internal, melainkan langkah strategis untuk menguatkan peran HMI dalam mengawal isu-isu kerakyatan di Jawa Timur.


Pewarta : Rajis Wardi
Editor     : Muhammad Ali Makki

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...