Langsung ke konten utama

Sukses Gelar Latihan Kader 1, Ketua Umum Komisariat Madani: Jadikan Komisariat sebagai Laboratorium Intelektual

Pengurus dan Kader Komisariat Madani Pasca LK/ Lapmimalang

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Madani Korkom Nasional, ITN Malang  menggelar basic training latihan kader (LK-1). Kegiatan ini di Villa Bukit Telekung Batu, sejak Jumat – Minggu (9-11/6/2023). Basic training latihan kader 1 (LK1) mengusung tema  “terbinanya kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi dan peranannya dalam berorganisasi serta hak dan kewajiban sebagai kader umat dan kader bangsa”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 17 peserta sudah termasuk peserta titipan dari komisariat Jabal Thareeq. Training yang dilakukan tentunya memuat 2 unsur yaitu keislaman dan ke-Indonesiaan.

Latihan Kader I  (LK 1) ini diikuti oleh angkatan 2021 dan 2022. Ardany Malikal Fauzan selaku ketua pelaksana mengatakan LK1 ini lebih fokus ke angkatan 2021dan 2022, karena untuk proses regenarasi. 

“Jadi untuk LK 1 kami dari pengurus memprioritaskan angkatan 2021 dan 2022 agar proses regenerasi tidak terhambat, harapan saya selaku ketua pelaksana LK1 proses kaderisasi bisa dilakukan secara masif, karena bagaimanapun jantung dari HMI itu adalah pengkaderan”, tururnya. Ia juga mengatakan suksesnya kegiatan LK1 HMI Komisariat Madani tentu tidak lepas dari support para alumni dan juga kepanitian yang selalu semangat dalam melaksanakan tugaSnya.  

LK 1 diperiode ini juga membawa warna baru dimana terdapat materi terkait keilmuan teknik sipil. Komisariat Madani sendiri merupakan komisariat yang hanya terdiri dari satu jurusan, yakni teknik sipil. materi  tersebut merupakan pengenalan kepada calon kader tentang sejarah teknik sipil dan  peran penting teknik sipil dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia, materi tersebut dibawakan oleh Ahmad Fauzi selaku kabid PTKP Korkom Nasional ITN Malang . 

LK 1 ini menjadi kegiatan besar perdana bagi kepengurusan periode ini, karena rata-rata pengurus merupakan kader 2021 yang baru jadi pengurus, “Proses kaderisasi, melatih leadership para pengurus dalam hal menjalankan dan bertanggung jawab pada saat mengelola kegiatan basic training. Sama halnya dengan peserta training, latihan kader 1 bukan hanya menjadi syarat formalitas untuk seorang mahasiswa menjadi anggota Himpunan Mahasiswa Islam tetapi juga memberikannya tanggung jawab untuk berusaha menjadi insan kamil yang bermanfaat bagi sekitarnya. Regenerasi, tujuan lain yang ingin dicapai dalam proses basic training, karena bagaimanapun juga anggota-anggota barulah yang nantinya akan meneruskan estafet perjuangan komisariat Madani demi mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT” ucap Farabi selaku Ketua Umum Komisariat Madani.

Selain itu, etua Umum Komisariat Madani, Ahmad Maulana Farabi, berharap kepada semua kader baru untuk semangat dalam menjalanakan tanggung jawab sebagai insan akademis dan insan organisatoris dengan baik dan juga berharap semangat perjuangan para kader Komisariat Madani tidak pernah padam. “Jadikan komisariat sebagai tempat laboratorium intelektual, belajar dengan giat & berproses dengan tekun untuk menjadi kader yang sukses suatu hari nanti. Regenerasi tidak boleh berhenti, kaderisasi menjadi kunci dan Madani tidak boleh Mati. Semoga Allah SWT memberi kemudahan dalam setiap kegiatan Madani dan memberi kelancaran pada setiap usaha-usaha yang dilakukan oleh kader Madani. Yakinkan dengan iman Usahakan dengan ilmu Sampaikan dengan amal maka, Yakin Usaha Sampai", tutupnya.

Penulis: Iswahyudi

Editor: Reny Tiarantika


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...