Langsung ke konten utama

Refleksi 75 Tahun, HMI Cabang Malang Gelar Do'a Bersama & Santunan Anak Yatim

Refleksi 75 Tahun, HMI Cabang Malang Gelar Do'a Bersama & Santunan Anak Yatim

Malang,LAPMI - Dalam rangka memperingati Milad ke-75, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar do'a bersama dan santunan kepada anak yatim di panti asuhan Yayasan Mizan Amanah, Jalan. Bendungan Sutami, Sumbersari, Kota Malang. Sabtu, (05/02/2022).

Acara tersebut mengusung tema "Ramah Tama HMI Cabang Malang, dan Santunan Anak Yatim", yang juga dihadiri oleh beberapa undangan kader HMI Cabang Malang dari perwakilan masing-masing komisariat yang ada.

Vanny Dharma Whisheksa sebagai koordinator dalam agenda tersebut menyampaikan bahwa acara yang digelar ini merupakan bentuk rasa syukur HMI cabang Malang dalam momentum Milad ke-75.

"Acara ini merupakan salah satu bentuk dari ucapan rasa syukur kita bersama, dimana HMI Cabang Malang memperingati Milad ke-75 itu sendiri" ungkapnya.

Ia juga berharap langkah sederhana  ini bisa menjadi awal yang baik untuk kedepannya agar kontribusi-kontribusi yang dilakukan oleh kader HMI Cabang Malang dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar.

"Harapan kami untuk kedepannya di usia HMI yang ke-75 tahun ini, HMI Cabang Malang bisa berkontribusi nyata kepada masyarakat. Karena masyarakat sekarang ini menginginkan HMI hadir secara nyata di lingkungan mereka, jadi hari ini kita buktikan dengan satu langkah nyata meskipun lagkah kecil tapi kita harapkan hal ini bisa bermanfaat untuk masyarakat sekitar" ucap Dharma.

La Rian Hidayat selaku Formatur Ketua Umum HMI Cabang Malang juga mempertegas bahwa agenda ini adalah langkah perdana yang dilakukan HMI Cabang Malang sekaligus dalam momentum mensyukuri nikmat usia HMI ke-75 tahun.

"Ini merupakan agenda perdana yang dilakukan oleh HMI cabang Malang sekaligus sebagai salah satu cara untuk kita sebagai kader HMI dalam mensyukuri nikmat usia yang telah diberikan oleh Allah atas 75 tahun ini, jadi kami merayakannya dengan cara berbagi sekaligus mendatangi yayasan untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan santunan kepada mereka" pungkasnya.

La Rian juga menambahkan bahwa perayaan Milad tersebut tidak hanya dilakukan dalam bentuk santunan dan do'a bersama saja, akan ada agenda lanjutan dalam perayaan Milad HMI Ke-75 yang digelar pada momentum pelantikan  nanti.

Dokumentasi : Foto Bersama HMI Cabang Malang dan anak yatim di Yayasan Mizan Amanah


"InsyaAllah kedepannya akan ada agenda puncak dari pada perayaan Milad ini yang sekaligus akan kita laksanakan di momentum pelantikan nanti" tuturnya.

Ia juga berharap agar kader-kader HMI cabang Malang untuk tetap semangat berproses dan terus memberikan kontribusi untuk ummat dan bangsa.

"Harapan saya kepada seluruh kader HMI cabang Malang, teruslah berproses dan belajar untuk menumbuh kembangkan kemampuan dan potensi diri, karena tanpa proses pembelajaran maka mustahil HMI sebagai wadah perkaderan ini bisa melahirkan generasi-generasi yang kedepan bisa menopang pembangunan nasional dan bermanfaat bagi ummat dan bangsa sebagaimana yang kemudian sudah diperjuangkan oleh para pendiri bangsa kita" tutup La Rian.


Penulis : Rajab Abubakar Sidiq Jailani
Editor : Ai Novia Hasna Afifah


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...