Langsung ke konten utama

HMI Komisariat Unitri Sukses Gelar Basic Training

Dokumentasi: HMI Komisariat Unitri

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam, Cabang Malang, Komisariat Unitri, Universitas Tribhuwana Tunggadewi Sukses gelar Basic Training (Latihan Kader 1) dengan tema "Terbinanya Kepribadian Muslim yang Berkualitas Akademis, Sadar Akan Fungsi dan Perannya dalam Berorganisasi Serta Hak dan Kewajibannya Sebagai Kader Umat dan Kader Bangsa". Kegiatan tersebut dilaksanakan di Graha Yakusa, Desa Banjarejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. pada tanggal 05 sampai 07 November. Minggu, (07/11/2021) 

Agus Salim sebagai PJ ketua pelaksana menyampaikan, sebanyak 30 kader Komisariat Unitri yang telah mengikuti LK dan ada 5 peserta dari komisariat lain yang juga menitipkan kadernya, jadi total peserta forum ada 35 kader yang mengikuti Basic Training pada tahun ini.

"Alhamdulillah ada 30 Kader asli komisariat Unitri yang telah mengikuti LK pada tahun ini, dan ada juga beberapa kader titipan dari komisariat lain, yaitu Komisariat Mulla Shadra dua kader, Komisariat Oesman Mansoer satu kader, dan ada juga dari Cabang Pamekasan tepatnya Komisariat Istiqlal yang menitipkan kadernya dua orang. Jadi total yang mengikuti LK pada tahun ini ada 35 peserta" Ucapnya 

Agus Salim juga berharap kepada seluruh kader yang telah mengikuti Basic Training ini untuk kedepannya bisa terus menggali dan mengembangkan kembali semua materi-materi yang telah didapatkan selama mengikuti LK1 dan bisa mengimplementasikannya di tengah tantangan zaman seperti ini, dan yang paling penting juga semua peserta diharapkan memahami lebih dalam terkait materi LK 1 dengan cara mengikuti agenda lebih lanjut di komisariat. 

"Kami harap semua kader yang mengikuti Basic Training ini harus tetap menggali dan mengembangkan lagi terkait materi yang telah didapatkan selama agenda berlangsung. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah semua peserta harus memahami lebih dalam terkait materi-materi LK dengan cara mengikuti agenda lebih lanjut di komisariat yaitu Follow Up dan agenda diskusi lainnya" pungkasnya 

Anwarul Hidayat selaku Ketua Bidang Penelitian Pengembangan, dan Pembinaan Anggota (PPPA) juga menyampaikan bahwa agenda ini tidak akan terlaksana dan sukses jika tidak ada bantuan dari pengurus terlebih panitia, sebagai ketua bidang ia juga berterima kasih kepada seluruh panitia yang sudah menyukseskan acara Latihan Kader 1 pada tahun ini.

"Ya harapan saya sebagai ketua bidang PPPA kepada seluruh pengurus, jangan pernah bosan untuk mengurusi persoalan pengkaderan karena jika kita sebagai pengurus bosan mengurusi persoalan pengkaderan maka akan mematahkan proses regenerasi di HMI Komuni kedepannya, saya juga berterima kasih kepada semuanya baik pengurus maupun panitia karena genda ini tidak akan terlaksana jika tidak ada bantuan dari pengurus dan panitia" tuturnya 

Anwarul juga berharap seluruh peserta yang mengikuti Basic Training ini kedepannya tidak hanya sebatas menjadi anggota saja, namun bagaimana kemudian bisa menjadi kader yang artinya dapat menjadi tulang punggung untuk keberlangsungan organisasi kedepannya.

"Ya Harapan saya kepada seluruh kader yang mengikuti LK 1 ini, tidak hanya sebatas menjadi anggota saja di HMI, tapi bagaimana dia betul-betul menjadi kader, jadi dalam artian menjadi kader itu bagaimana dia bisa menjadi tulang punggung dalam organisasi, itu harapan besar saya. Dan yang paling penting untuk seluruh kader ini mereka betul-betul menjadi pelaku daripada perkaderan Komuni untuk menuju peradaban itu sendiri" Harapnya 

Fahrur Rozi Salah satu peserta terbaik pada LK 1 ini juga menyampaikan harapannya agar setelah mengikuti LK1 ini semoga bisa menambah wawasan sehingga tidak hanya menjadi kader simbolis saja di HMI, namun juga bisa menjadi kader ideologis.

"Untuk kedepannya semoga tetap konsisten berproses di HMI, jangan jadi kader simbolis tetapi jadilah kader ideologis HMI, semoga kedepannya juga setelah mengikuti LK1 semoga dengan adanya tambahan amunisi bagi HMI secara kuantitas bisa menjadi kemajuan bagi HMI secara kualitas" katanya.

Penulis: Sidiq/ Agus Salim

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...