Langsung ke konten utama

Prihatin Bencana Banjir di Kota Batu, HMI Korkom UMM Gelar Galang Dana Bantuan Masyarakat Terdampak

Dokumentasi: HMI UMM

Malang, LAPMI – Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Komisariat Agama Islam Koordinator Komisariat (Koorkom) Univeristas Muhammadiyah Malang (UMM) adakan penggalangan dana sebagai repon dan bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir bandang yang baru saja terjadi di Kota Batu, Jawa Timur. Agenda tersebut dilaksanakan pada Sabtu (6/10).

Penggalangan dana tersebut diadakan di depan SPBU UMM Jl. Tlogomas No. 246, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh kader HMI Korkom UMM.

Dana yang telah terkumpul ini akan dibelanjakan untuk kemudian didistribusikan sesuai dengan kebutuhan pokok yang dibutuhkan di beberapa titik lokas yang terdampak musibah bencana banjir bandang.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum HMI Komisariat Agama Islam UMM, Thoriq Athoillah , setelah pelaksanaan kegiatan galang dana.

Ia mengaku bersyukur dengan perolehan dana dari kegaiatan galang dana. Adapun dana yang terkumpul pada aksi penggalangan dana tersebut sejumlah Rp. 1.115.000,-.

“Alhamdulillah dana yang sudah terkumpul selama aksi penggalangan dana pada hari sabtu kemarin terkumpul hingga mencapai Rp. 1.115.000 dan uang tersebut akan dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan untuk kemudian di distribusikan kepada korban yang terkena musibah banjir di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar seluruh korban yang terdampak bencana alam ini tetap diberikan ketabahan dan dengan bantuan yang akan disalurkan ini akan sedikit membantu meringankan beban khususnya masyarakat Kota Batu yang terdampak bencana banjir bandang.

Penulis: Abimanyu Iqbal Soesanto

Editor: Bagus Satria

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...