![]() |
| Potret Pembukaan Sekolah Kepemimpinan (Foto: Lapmimedia) |
Lenteramalang.com - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Idham Chalid dan Komisariat Wahid Hasyim menggelar Sekolah Kepemimpinan pada Minggu, 21 Juni 2026, di Gedung D Kampus UNIRA Malang. Kegiatan yang menyasar pelajar SMA sederajat, khususnya pengurus OSIS, ini merupakan ikhtiar dalam membentuk generasi muda yang berintelektual, berkarakter, dan memiliki visi kepemimpinan yang kuat.
Ketua Umum HMI Komisariat Idham Chalid, Kartono Zarkasyi, menegaskan bahwa generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang akan menentukan arah masa depan. Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, banyak pelajar yang mulai kehilangan orientasi terhadap pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan diri.
"Generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang akan menentukan arah masa depan. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, tidak sedikit pelajar yang kehilangan orientasi terhadap pendidikan, kepemimpinan, dan pengembangan diri. Sekolah Kepemimpinan yang diselenggarakan oleh HMI Komisariat Idham Chalid dan Komisariat Wahid Hasyim yang merangkul kawan-kawan SMA sederajat ini menjadi ikhtiar nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang berintelektual, berkarakter, dan memiliki visi masa depan. Kami ingin menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui proses pembelajaran, pengalaman, dan pembinaan yang berkelanjutan," ujar Kartono Zarkasyi.
Mengusung tema "Menempa Intelektualitas, Meneguhkan Kepemimpinan, dan Membangun Karakter Generasi Muda yang Berintegritas," kegiatan ini menghadirkan berbagai materi utama, di antaranya Kepemimpinan, Manajemen dan Organisasi, Literasi Digital dan Kepemimpinan di Era Teknologi, serta Komunikasi Efektif dan Public Speaking.
Selain materi utama, peserta juga memperoleh pembekalan mengenai Urgensi Studi Lanjut ke Perguruan Tinggi dan Pengenalan Kampus UNIRA Malang, serta Urgensi Organisasi dan Pengenalan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Materi mengenai urgensi studi lanjut bertujuan menumbuhkan motivasi peserta agar melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Ketua PMB UNIRA Malang, Ridwan, menekankan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat memperoleh gelar, tetapi ruang untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, memperluas relasi, meningkatkan kompetensi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di berbagai bidang.
Gagasan menghadirkan materi pengenalan Kampus UNIRA Malang berangkat dari refleksi kader HMI yang ingin memberikan kontribusi nyata kepada kampus sebagai tempat lahir dan berkembangnya organisasi. Inisiatif tersebut mendapat dukungan penuh dari pihak Rektorat UNIRA Malang, khususnya Wakil Rektor II, Hesti Setyodyah Lestari, bersama tim Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), melalui penyediaan fasilitas kegiatan serta voucher potongan beasiswa bagi peserta.
Sementara itu, materi Urgensi Organisasi dan Pengenalan HMI bertujuan memperkuat pemahaman peserta mengenai pentingnya organisasi sebagai wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan sosial. Dalam sesi tersebut, peserta diperkenalkan dengan HMI sebagai organisasi kader yang berkomitmen mencetak generasi intelektual, berintegritas, dan berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat.
Melalui penyelenggaraan Sekolah Kepemimpinan ini, HMI Komisariat Idham Chalid dan Komisariat Wahid Hasyim berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya pemimpin muda ditingkat pelajar yang berani bermimpi besar, memiliki kapasitas intelektual, karakter kepemimpinan yang kuat, menjunjung tinggi integritas, aktif berorganisasi, serta terus bersemangat menuntut ilmu demi masa depan bangsa.
Editor : M Ali Makki
