Langsung ke konten utama

Legitimasi Pesta Demokrasi: KPU-M Universitas IBU Sukses Gelar Pemira Damai Berasaskan Luber Jurdil

 

Foto Bersama Anggota KPU-M Univ IBU Malang

Malang, LAPMI - 22 Januari 2026 – Atmosfer demokrasi yang kental menyelimuti kampus Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang hari ini. Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPU-M) secara resmi sukses menyelenggarakan Pemilihan Umum Raya (Pemira) untuk menentukan nakhoda kepemimpinan mahasiswa periode mendatang. Perhelatan yang berlangsung di area kampus sejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini berjalan dengan eskalasi kedamaian yang tinggi serta menjunjung ketat asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil (Luber Jurdil).

Mekanisme Kontestasi yang Transparan
Pemira tahun ini menyajikan dinamika politik yang unik, di mana pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Amrozi dan Maridanto, menghadapi tantangan dari kolom kosong (Paslon 02). Meski kontestasi bersifat unopposed, antusiasme mahasiswa tetap terjaga sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam menentukan arah gerak organisasi mahasiswa. Setelah proses pemungutan suara berakhir tepat pada pukul 13.00 WIB, KPU-M segera melakukan tabulasi suara yang disaksikan secara terbuka. Hasil penghitungan menunjukkan dominasi mutlak Paslon 01 dengan 91,1% suara, sementara kolom kosong memperoleh 4,3% suara, dan terdapat 4,6% surat suara yang dinyatakan tidak sah.

“Kemenangan Demokrasi”, Ketua Umum KPU-M UIBU Alintang Wahyuni dalam sesi Wawancara Menegaskan terkait momentum pesta demokrasi mahasiswa tahun ini, "KPU-M kali ini merupakan KPU-M perdana akan tetapi tidak menurunkan semangat dan integritas kami, banyak sekali dinamika yang sudah kami hadapi hingga perhari ini kami tetap menjaga citra demokrasi kampus serta mengawal penuh pemira ini dengan Luber Jurdil." ujarnya dengan penuh optimis.

Suara Mahasiswa: Harapan untuk Masa Depan. Salah satu mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) yang turut menyalurkan hak pilihnya juga mengungkapkan kepuasannya terhadap kinerja penyelenggara. "Sebagai mahasiswa, saya merasa proses hari ini sangat akuntabel. Meskipun pilihannya terbatas, namun mekanisme pemilihan tetap berjalan sangat demokratis dan rahasia kami benar-benar terjamin. Saya berharap pemimpin yang terpilih mampu mengemban amanah 91,1% suara tersebut dengan program-program yang progresif," ungkapnya di depan lokasi pemungutan suara.

Hasil akhir ini menetapkan pasangan Amrozi dan Maridanto sebagai peraih legitimasi mayoritas. Kendati terdapat suara tidak sah dan pilihan pada kolom kosong, hal tersebut dinilai sebagai indikator sehatnya dialektika politik di lingkungan akademisi, di mana setiap suara—apa pun bentuknya—dihargai secara konstitusional. Keberhasilan KPU-M dalam menyelenggarakan Pemira secara damai ini diharapkan menjadi preseden positif bagi tata kelola demokrasi kampus di masa depan, sekaligus menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru untuk mulai menyusun langkah-langkah strategis bagi kemajuan Universitas Insan Budi Utomo Malang.


Pewarta : Taufiqurrahman
Editor     : Ai Novia H


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...