Langsung ke konten utama

Wajah Baru FL2MI Jawa Timur: Menata Kepengurusan Baru yang Progresif, Responsif, dan Berorientasi Perubahan

Foto Bersama Ketua Komisi lll Hubungan parlemen dan pembinaan FL2MI Jawa Timur, Arif Rahman(kanan) dan ketiga pengurus FL2MI Jawa Timur

Malang, LAPMI - Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) merupakan organisasi yang berdiri pada 8 September 2007 di Banda Aceh. Sejak kelahirannya, FL2MI hadir sebagai wadah perjuangan dan konsolidasi lembaga legislatif mahasiswa di seluruh Indonesia. Memahami sejarah perjalanan organisasi ini menjadi penting agar arah gerak dan tujuan FL2MI semakin jelas serta relevan dengan dinamika zaman.

Pada Jumat, 28 November 2025, pengurus FL2MI Wilayah Jawa Timur resmi dilantik di Gedung DPRD Kota Malang. Pelantikan ini menandai dimulainya periode kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa semangat pembaruan dalam kerja-kerja organisasi, khususnya dalam memperkuat fungsi legislatif mahasiswa di tingkat universitas.

Struktur pengurus FL2MI Jawa Timur terdiri dari Koordinator, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Sekretaris Umum (Sekum), Bendahara Umum (Bendum), serta lima komisi strategis: Komisi I bidang Hukum dan Legislasi, Komisi II bidang Kelembagaan, Komisi III bidang Hubungan Parlemen dan Pembinaan, Komisi IV bidang Advokasi dan Kebijakan Publik, serta Komisi V bidang Media dan Jaringan. Posisi-posisi ini memegang peran krusial dalam memberikan arah baru bagi masyarakat kampus dan lembaga legislatif mahasiswa di seluruh Jawa Timur.

Dengan dimulainya periode kepengurusan baru, Arif Rahman selaku Komisi Hubungan Kelembagaan dan Pembinaan FL2MI Jawa Timur menyampaikan harapan besarnya terhadap peran strategis organisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa FL2MI harus mampu hadir sebagai kekuatan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan universitas di wilayah Jawa Timur melalui berbagai ikhtiar selama masa kepengurusan.

Arif juga berharap kiprah FL2MI semakin dikenal oleh kalangan mahasiswa, aktivis, hingga lembaga pemerintahan. Dengan posisi yang semakin kuat, FL2MI diharapkan mampu mengambil peran penting dalam mengadvokasi isu-isu strategis serta menjadi mitra kritis dalam mendorong agenda-agenda kemahasiswaan yang progresif.

"Bagi saya FL2MI adalah organisasi besar yang memiliki posisi serta wewenang dalam mengadvokasi kebijakan di tataran perguruan tinggi maupun di tataran Kelembagaan Negara" Ujar Arif.

Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) berlandaskan UUD 1945 dan Tridharma Perguruan Tinggi. Organisasi ini bertujuan membangun rasa kekeluargaan antar legislatif mahasiswa se-Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berintelektual, serta berkomitmen mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mewujudkan Tridharma Perguruan Tinggi.

FL2MI juga bersifat independen dalam menyikapi berbagai persoalan legislatif, serta aktif mengaktualisasikan isu-isu sosial, regional, dan nasional yang berkembang di tingkat negara.

Beberapa persoalan besar masih menjadi PR bagi FL2MI, khususnya akibat konflik internal dan dualisme kepengurusan yang sempat membuat organisasi ini “mati suri” di Wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut terlihat dari pelantikan periode ke-VII yang tidak sejalan dengan tahun berdirinya organisasi.

"Dinamika ini tidak menjadi hambatan bagi kami untuk menjalankan tanggung jawab dan merawat FL2MI. Justru situasi ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja serta memperkuat kehadiran organisasi dalam menyikapi berbagai isu" Jelas Arif antusias.

"Harapan terakhir saya semoga FL2MI lebih di kenal dan lebih bisa membaca arah kompas yang seharusnya menjadi tanggu jawabnya, semoga dengan tulisan ini FL2MI bisa dikenal oleh banyak kalangan mahasiswa dan Aktivis" Pungkas Arif. 

Pewarta: Arif Rahman
Penulis : Fery Abdul Aziz
Editor   : Amrozi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...