(DPR) Di Balik Penjara Rakyat

 

Rafi Sharul Salam

Kalau waktu telah tiba....

Yang tiada menjadi ada...

Cinta adalah belati paling yang lembut di ujung bibirnya...

Apa yang hendak dikata sayangku...

Buah bibir itu tiba-tiba membunuhku diam-diam...


Kekasihku...

Gambar apakah itu...

Yang berdiri setengah kepala di hadapanku...

Di jalan-jalan tanpa nama..

Di rumah-rumah tanpa nama...

Sepanduk itu bagiku lebih seksi dari iklan sabun mandi....


Ku pilih mana...?

Senyum yang manja atau diam yang membunuh..

Wajah yang terpampang bagiku lakon penghianatan...


Kekasihku...

Jaga bay kita...

Yang kau kandung tak selamanya air mata...

Tapi kata-kata yang bengis...


Di balik penjara rakyat...

Selalu ada lakon di panggung...

Ada yang menari...

Ada yang menyanyi...

Ada yang diam-diam memberi isyarat tentang cinta....


Tapi mata ibuku penuh duka...

Sebab yang datang mengetuk pintu hanya membawa sebuah nama...

Sebuah bendera yang di berinama keadilan..


Apa yang tersisa padaku kini....

Di balik penjara rakyat...

Beribu jiwa telah menjelma kuburan yang nyata...


Penulis : Rafi Sharul Salam
Editor   : Muhamad Syauqi

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama