Mahasiswa KKN FP UB Hidupkan Kembali Budidaya Maggot di Dusun Suwaluhan, Jadi Solusi Sampah dan Peluang Ekonomi Baru
![]() |
| Peresmian Kandang Maggot bersama Masyarakat setempat (Dokumentasi: Mahasiswa KKN FP UB) |
Malang, LAPMI– Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) yang melaksanakan pengabdian di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, kembali menggulirkan program budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) di Dusun Suwaluhan. Program ini menjadi langkah strategis dalam menangani sampah organik rumah tangga sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pertanian berkelanjutan.
Program ini bukan sekadar praktik pertanian biasa. Di tengah persoalan klasik soal sampah rumah tangga, mahasiswa KKN FP UB datang membawa solusi mengubah limbah organik menjadi emas hijau, yakni pupuk organik kasgot dan pakan ternak bernutrisi tinggi. Semua itu dihasilkan dari larva BSF.
Budidaya maggot sebelumnya pernah dilakukan warga Suwaluhan. Namun program itu sempat terhenti karena kendala teknis terutama gangguan hama tikus. Meski demikian, semangat lingkungan tak pernah padam RT setempat tetap rutin mengumpulkan sampah warga tiap minggu dan memisahkan limbah organik sebagai pakan maggot.
Melihat potensi dan semangat tersebut, kelompok KKN FP UB Tawangargo hadir untuk menata ulang program ini menjadi lebih tangguh dan terintegrasi. Tak hanya membangun ulang kandang maggot dengan desain prototype yang memadai:
1. Merancang kemasan produk kasgot yang siap jual.
2. Menyusun poster edukasi agar warga memahami manfaat ekonomi dan ekologis maggot.
3. Menyediakan vidio edukasi mengenai siklus kehidupan maggot.
Selain itu Maggot dikenal mampu mengurai berbagai jenis limbah organik seperti limbah pertanian, sisa makanan, hingga sayuran busuk. Proses ini menghasilkan dua produk bernilai:
1. Kasgot sebagai pupuk organik berkualitas tinggi.
2. Maggot hidup maupun kering yang kaya protein, cocok untuk pakan ikan, ayam, dan unggas lainnya.
Kegiatan ini tidak hanya memberdayakan warga, tetapi juga melibatkan Ketua RT secara aktif dalam proses penyediaan media, pemilahan sampah, hingga panen maggot. Dusun Suwaluhan dinilai memiliki potensi besar karena ketersediaan limbah organik melimpah dan lahan yang memadai.
Kelompok KKN FP UB Tawangargo berharap program ini dapat terus dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai bagian dari gerakan menuju desa yang mandiri, ramah lingkungan, dan tangguh secara ekonomi.
Editor : Ai Novia H


Komentar
Posting Komentar