![]() |
| M Arjuna Pase (Kader HMI Cabang Jambi) |
— Tulisan yang dibuat oleh Orang yang Memiliki Harapan Besar akan Perubahan.
Malang, LAPMI - Di tengah sistem yang selalu menindas, kita harus menjadi bara dalam gelap. Jangan berhenti hanya karena letih, apalagi karena sunyi. Berjuang terus, hingga bukan kita yang memilih berhenti, tapi sejarah yang menghentikan langkah dan meminta kita pulang, dengan kepala tegak dan tangan masih terkepal.
Di luar sana, kekuasaan sedang tertawa. Rakyat dibuat lupa dengan harga-harga yang terus naik, para petani direbut tanahnya, buruh dicekik upah minimum,dan Mahasiswa dibenturkan antara IPK dan idealisme.
Karl Marx pernah berkata, "The philosophers have only interpreted the world, in various ways. The point, however, is to change it." Maka, perubahan tidak datang dari pemahaman semata, tetapi dari keberanian untuk bertahan, melawan, dan menyusun langkah hingga akhir. Dari kisah Soe Hok Gie kita bisa ambil adalah “Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan".
Semua Kata-kata itu jadi terpikir di malam-malam ketika semangat hampir padam. Saya percaya, bahwa sejarah bukan ditulis oleh mereka yang hidup nyaman, tapi oleh mereka yang memilih luka demi keadilan.
Di Suatu Tragedi saya melihat seorang ditangkap karena orasi yang terlalu tajam. Namanya dibungkam, tapi gagasannya justru tumbuh. Kita belajar, bahwa tubuh bisa diborgol, tapi kebenaran tidak. Generasi Ini sedang mencari misinya. Bukan untuk menjadi pahlawan, tapi untuk tidak jadi pengecut di tanah sendiri.
Berjuanglah, Sampai engkau diminta pulang, bukan oleh kekuasaan, bukan oleh rasa putus asa, tapi oleh sejarah yang telah kau bentuk dengan darah dan cinta. Dan saat waktunya tiba ketika engkau menutup mata dalam tenang biarlah tanah ini mengenangmu bukan sebagai orang besar, tapi sebagai mereka yang memilih untuk tidak pulang sebelum perubahan menuju keadilan menjadi nyata, dan perjuangan menemukan bentuknya yang abadi.
"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda" Kalau bukan kita siapa lagi?
Editor : Ai Novia H

Komentar
Posting Komentar