Langsung ke konten utama

Usai Pelantikan, Ketua Umum HMI Ki Hadjar Dewantara (KHD) Tegaskan Perkaderan Berbasis Nilai dan Keahlian

 


Dokumentasi: Lapmi Malang/Rajis Wardi

Malang, Lapmi - Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Malang Komisariat Ki Hadjar Dewantara (KHD) IKIP Budi Utomo Malang sukses menyelenggarakan pelantikan pengurus periode 2022/2023 pada hari Ahad  20 November 2022 di Aula Kantor Dinas Sosial Kota Malang, Jl. Raya Sulfat 12, Purwantoro, Blimbing, Kota Malang.

Moh. Anwar selaku Ketua Umum mempunyai harapan besar supaya pengurus dan kader menjaga solidaritas sehingga komisariat Ki Hadjar Dewantara menjadi laboratorium perkaderan yang berbasis nilai dan keahlian.

“Harapan saya ke depan, bagaimana antara pengurus dan kader ini menjaga solidaritas agar komisariat menjadi laboratorium perkaderan yang berbasis nilai dan keahlian, apabila kaderisasi ini dapat dijalankan maka komisariat Ki Hadjar Dewantara akan menjadi lokomotif keberhasilan mendidik kader-kader yang berkulitas” harap Moh. Anwar.



Dokumentasi: Lapmi Malang/Rajis Wardi

Moh. Anwar juga menegaskan bahwa dalam periode kepengurusannya akan memaksimalkan dan mewadahi bakat dan minat kader HMI Komisariat Ki Hadjar Dewantara.

“Dengan keyakinan hati, saya beserta jajaran pengurus akan memaksimalkan dan mewadahi minat dan bakat kader, sehingga di kemudian hari ketika kader sudah lulus kuliah mempunyai pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan minatnya yang sudah di pelajari di komisariat” tegas Moh. Anwar.


 

Pewarta: Rajis Wardi
Editor: Tahta Reza



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...