Langsung ke konten utama

Sukses Gelar Pelantikan dan Silaturahmi Akbar: HMI Korkom UNISMA Usung Gagasan ke Ranah Intelektual

Dokumentasi: Lapmimalang/ Zainuddin

Malang, LAPMI HMI Korkom (Koordinator Komisariat) Universitas Islam Malang (UNISMA) mengadakan pelantikan pengurus dengan mengangkat tema “Merajut Silaturrahmi Demi Terciptanya Perkaderan HMI UNISMA ke Arah Pembaharuan Menuju Indonesia Emas 2045”, dalam rangkaian acaranya, kegiatan ini juga dikemas dengan agenda silaturahmi akbar alumni HMI UNISMA. Kegiatan yang dilaksanakan di Pasadena Coffe pada hari Minggu (16/07/2022) dimulai sejak pukul 14.00 WIB.

"Acara tersebut dilaksanakan di coffe karena sebagai representatif  untuk berdialektika dan tempat kita untuk bercurah pendapat, istilah teman-teman mahasiswa itu kalau nggak ngopi nggak asik, jadi kita ngopi maksudnya kita bisa ngobrol pintar dan asik. Kalau kita seandainya di adakan di tempat yang formal  itu suasana mungkin tidak cepat mencair, yang ada malah tegang akhirnya unek-unek dan ide gagasan yang mau kita bawa kurang tersampaikan, kalau kita ngajak ke tempat ngopi ini sembari duduk sambil ngopi kita bisa menyampaikan gagasan dan kesannya tidak kosong banget karena kita sambil ngopi" ujar ketua pelaksana Robi Arianto.

"Kegiatan ini dikemas dengan temu alumni karena harapan kami bahwa ketika kami ingin mengadakan  suatau gerakan, kami tidak saja melakukan hal  pada lingkupan yang kecil maka melalui temu alumni ini, kami ingin merangkul HMI UNISMA untuk menjalankan visi-misi bersama. Mulai  dari pada kader HMI sejak HMI UNISMA didirikan itu sampai pada hari ini. Artinya visi-misi itu secara keseluruhan adalah visi-misi keluarga besar HMI Korkom UNISMA", tutur ketua pelaksana

Selain itu gagasan yang akan  diusung selama periode kedepan lebih diarahkan pada ranah intelektual, yang arah geraknya akan di fokuskan pada lingkungan internal Korkom UNISMA ataupun masyarakat secara umum.

"Misinya HMI ini sama aja dengan misi Indonesia artinya kalau kita mewujudkan misi HMI artinya, minimal kita sudah mewujudkan misinya Indonesia. Lebih pentingnya bahwa kita ini ingin meninggikan derajat masyarakat Indonesia tapi kalau semisal spesifiknya  ke UNISMA, maka UNISMA lebih siap untuk mangawal kader HMI yang berbasis intelektual. Lalu kenapa kemudian kami memilih gagasan itu karena ketika ingin berbicara di ranah intelektual, maka intelektual memiliki satu paket organ, maka kader HMI UNISMA khususnya harus menjadi kader-kader yang intelektual. Yang secara otomatis kader HMI khususnya kader HMI UNISMA memiliki  kesadaran untuk bergerak, baik gerak di lingkungan internal UNISMA maupun gagasan yang berdampak pada masyarakat secara umum. Dasar itu yang menjadi tolak ukur kami kader HMI UNISMA harus menjadi kader yang intelektual", terang Moh. Husni selaku ketua umum terpilih.

Moh. Husni juga menjelaskan bahwa pekerjaan rumah (red. Internal Korkom UNISMA) yang harus dibenahi oleh kepengurusan Korkom UNISMA adalah mengintenskan kegiatan yang berkaitan dengan kualitas kader.

"PR (Pekerjaan Rumah) yang harus di benahi dari periode sebelumnya untuk kedepannya adalah lebih kepada mengintenskan kegiatan-kegiatan yang dapat memicu kualitas  kader HMI UNISMA, selain itu kegiatan-kegiatan akan berfokus pada persoalan sosial yang terjadi, dan kami akan menjadi elit masyarakat istilahnya, yang siap menjadi gerbong paling depan untuk menjawab persoalan yang terjadi di sosial masayarakat baik di lingkup daerah sampai nasional.  Maka akan kami upayakan rencana itu untuk bersinergi bersama, mulai dinternal UNISMA sampai teman-teman HMI di luar UNISMA baik itu UMM, UIN dan lain-lain", imbuhnya

"Untuk kedepannya itu kami akan melakukan kegiatan-kegiatan seperti dialog dan kegiatan -kegiatan lain yang basisnya kepada keilmuan bahkan  kami juga merencanakan untuk mengadakan sekolah desa. Hal ini semoga menjadi  salah satu untuk langkah-langkah kegiatan kami" tutupnya.

Setelah acara pelantikan pengurus HMI Korkom HMI UNISMA periode 2022-2023, mantan ketua umum Korkom UNIMA (Hidayat Ali) berharap agar kedepannya jajaran pengurus mampu untuk mengurus kader dan memastikan kualitas kader di lingkup Korkom UNISMA.

"Harapan yang pertama sederhana saja, bahwa kepengurusan harus dimaknai sebagai sesuatu hal yang baik dalam mengurus kader. Dalam Al-Quran juga mengatakan jika kamu berbuat baik sesungguhnya kamu sedang berbuat baik kepada dirimu sendiri. Yang kedua pengurus harus memastikan bahwa HMI UNISMA itu kadernya memiliki kualitas intelektual yang selalu kita ingin capai. Sebagai senior-senior menyampaikan bahwa ada namanya forum damar itu merupakan forum bersama 3 komisariat yang menjadi suatu forum diskusi untuk meningkatkan kualitas kader, jadi harapannya itu bisa dimasifkan oleh pengurus korkom yang baru, selebihnya ya jalankan visi misi gerakan yang telah dikonsep selama satu tahun kedepan", tutur Hidayat Ali.

Selain itu, alumni HMI Korkom UNISMA juga berharap agar korkom harus mulai memikirkan tentang kepemimpinan di tingkah bawah seperti level desa.

"Harapannya adalah bahwa korkom sudah harus memikirkan kepemimpinan ditingkat bawah seperti level desa, jadi tidak hanya terfokus pada kepemimpinan nasional, tapi juga kita harus memikirkan level kepemimpinan di tingkat desa", jelas Aziz selaku perwakilan alumni HMI Korkom UNISMA.

Penulis: Zainuddin/ Ahmad Qiram
Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...