Langsung ke konten utama

Tangis Tak Berhenti


Penulis: Awaludin/ Kader Komisariat Komuni

Bulan, yang mana penuh tangis bahagia
Disana, terletak setiap detik berharga
Malam lebih hidup, penuh gemerlap pahala
Tak terasa, inilah malam sesungguhnya

Engkau datang mengetuk pintu hidupku
Kulepas engkau dengan segenap rindu tak berlalu
Jemarimu mendekapku erat, berikan suatu rasa yang tak ingin kulepas
Biarkan aku berada dalam pelukanmu, hingga waktuku terkupas

Pertama, kedua, dan ketiga
Cinta, kasih sayang, ampunan, kemustajaban do'a, tertutupnya pintu neraka, dan terbukanya pintu surga
Tak terlewati setiap hembusan udara penuh aroma bunga
Hadiah pencipta bagi hambaNya

Biarkan air mata menetes tanpa henti
Sungguh sulit meredam peluru kesedihan
Terbakar dingin meresap dalam relung jiwa raga
Tak henti bergetar antara tangan dan pena dalam menulis ucapan untuk sang bulan

Terpaksa tak rela melepas kepergian
Yang tak hentinya berikan setiap waktunya, untuk kenyamanan
Rasa di mana seorang diri merasakan menjadi manusia sesungguhnya
Dan rasa, melebihi pertemuan antara siang dan malam
Semakin ingin menangis dan terus menangis

Malam ini, buatku menangis
Bulan, andai saja aku bisa mengobrol denganmu sejenak saja
Kan kuceritakan semua kesedihan dan kebahagiaan tentangku, tentang kita, tentang mereka
Sungguh tak rela melepasmu dalam jangka waktu lama

Namun inilah takdir sang Kuasa
Bulan, maafkan diriku belum bisa menghargaimu dengan amalan seperti rumput yang bergoyang, dan para makhluk semesta alam
Dengan sejuta gemerlap bintang di malam terakhirmu, kau membuatku bersujud tangis pada sutradara kehidupan

Bulan, yakinkan nanti, kita kan bertemu lagi
Bersama puisi tak sempurna ini, bawalah aku berdoa pada sang Ilahi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...