Langsung ke konten utama

Bangun Sinergitas, Kapolres Malang Hadiri Silaturahmi di Yayasan Insani Yakusa Indonesia

Sumber Dokumentasi: Dokumentasi bersama Yayasan Insani Yakusa Indonesia

Malang, LAPMI - Dalam upaya membangun sinergitas bersama berbagai elemen masyarakat, Polres Malang hadiri acara silaturahmi dan ngopi bersama yang digelar oleh Yayasan Insani Yakusa Indonesia, pada Jum'at, 11 Maret 2022, Pukul 19:00 WIB, di Graha Yakusa, Banjarejo, Pagelaran, Kabupaten Malang.

Adapun tema dalam acara tersebut adalah "Membangun Sinergi, Upaya Mewujudkan Kabupaten Malang yang Aman, Adil dan Sejahtera", dan dihadiri oleh para tokoh masyarakat, beberapa Kepala Desa setempat, para ketua OKP, pihak KNPI, Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Malang, Anggota DPRD Kabupaten Malang, organisasi mahasiswa dan pelajar. Sabtu, (12/03/2022)

Dalam sambutannya Kapolres Malang menyampaikan bahwa masyarakat dan pihak Polres harus bersinergi bersama untuk menciptakan keamanan dan ketertiban.

"Keamanan dan ketertiban di lingkup Malang ini bukan hanya tanggung jawab dari pihak Kepolisian saja, akan tetapi sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menciptakan ketertiban khususnya di kabupaten Malang ini" ungkap AKBP. Ferli Hidayat, SH.,SIK.,MH

Muhlis Ali selaku Pimpinan Yayasan Insani Yakusa Indonesia juga menyampaikan bahwa akan terus mendorong upaya-upaya sinergitas antara Polres Malang dan elemen masyarakat demi terwujudnya keamanan dan ketertiban bersama.

"Kita selalu mendorong upaya-upaya seperti ini, supaya terbangun sinergi antara Kapolres dengan seluruh elemen masyarakat, sehingga kedepan kita sama-sama merasa memiliki tanggung jawab bahwa yang namanya keamanan, ketertiban itu bukan hanya tugas polisi saja tapi juga tugas kita bersama, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kabupaten Malang ini" tutupnya

Penulis: Agus Salim
Editor: Ai Novia Hasna Afifah


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...