Langsung ke konten utama

HMI Koordinator Komisariat Widyagama Sukses Adakan Pelantikan Bersama dan Dialog Interaktif

Dokumentasi: Koordinator Komisariat Widyagama

Malang, LAPMI - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang, Koordinator Komisariat Universitas Widyagama Malang, sukses menggelar Pelantikan Bersama, beberapa komisariat yang telah dilantik tersebut yaitu Komisariat Ekonomi, Komisariat Hukum Dan Komisariat Teknik, agenda tersebut digelar di Auditorium Kampus 3 Universitas Widyagama, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Pada Selasa, tanggal 08 Februari 2022

Adapun pengurus yang telah dilantik berjumlah 44 orang dari keseluruhan komisariat yang tergabung. Rabu, (09/02/22)

Acara tersebut digelar tidak hanya pelantikan saja, namun juga dilangsungkan dengan adanya Dialog interaktif yang bertemakan "Menyongsong Arah Juang Kader HMI Widyagama Menuju Generasi Masa Depan"

Acara tersebut turut dihadiri oleh beberapa tamu undangan diantaranya Presidium MD KAHMI Kota Malang, Presidium KAHMI Rayon Widyagama, Ketua Umum HMI Cabang Malang, Demisioner HMI Lingkup Widyagama, Serta Beberapa tamu Undangan dari berbagai Komisariat Lingkup HMI Cabang Malang.

Adapun harapan yang disampaikan oleh Ketua Umum Komisariat Ekonomi, Dengan kepengurusan baru ini diharapkan dapat menuliskan sejarah baru terkhususnya Komisariat Ekonomi dalam mencetak kader yang berdaya.

"Tentu harapan kami kedepannya. Dengan kepengurusan baru ini kami dapat menuliskan sejarah baru terkhususnya di komisariat Ekonomi dalam hal mampu mencetak kader-kader yang berdaya, bersaing dan tentu berbahaya lewat pengkaderan yang dilakukan didalam internal Komisariat." Pungkasnya

Ardiansyah Ketua umum Komisariat Hukum juga menyampaikan, semoga kedepan mampu melajui roda organisasi tercinta ini dengan penuh rasa sabar dan semangat yang tinggi.

"Saya selaku Ketua Umum mewakili jajaran Kepengurusan Komisariat Hukum Koordinator Komisariat Widyagama, mengharap semoga kedepan mampu melalui roda organisasi tercinta ini dengan penuh rasa sabar dan semangat yang tinggi. Tentu kedepan ada banyak ujian dan cobaan yang harus dilalui dalam melaksanakan amanah ini, namun semoga dengan semangat yang kolektif dari kepengurusan serta dorongan yang kuat dari demisioner menjadi modal utama bagi spirit perjuangan ini. Untuk itu, segala rintangan akan mudah terlewati apabila semangat secara kolektif melekat dengan diri pengurus bahkan kader dalam berupaya melahirkan kader-kader yang berkualitas 5 (lima) Insan Cita." Ucapnya

Ach. Heru Santoso Firmansyah Ketua Umum Komisariat Teknik juga menyampaikan harapan kami kedepannya, berupaya untuk terus meningkatkan kualitas & kuantitas HMI Komisariat Teknik pada khususnya dan HMI di Indonesia pada umumnya.

"Tentu harapan kami kedepannya, berupaya untuk terus meningkatkan kualitas & kuantitas HMI Komisariat Teknik pada khususnya dan HMI di Indonesia pada umumnya. HMI sebagai organisasi eksternal yang independen dan mengutamakan nalar kritis dari anggotanya akan terus berusaha untuk menjaga independensi organisasi ditengah konflik politik yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini." Ujarnya

Adapun harapan yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana kepada pengurus yang telah dilantik agar dapat memegang teguh amanah dengan baik kedepannya.

"Semoga kawan-kawan yang telah dilantik hari ini dapat memegang teguh amanah dengan baik, serta dapat melaksanakan tugas-tugas organisasi dan menjunjung tinggi komitmen perjuangan sampai akhir kepengurusan" tegasnya.

Penulis: Agus Salim

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...