Langsung ke konten utama

HMI KISIP Brawijaya Gelar Diklatsus Jurnalistik Secara Daring

 

Dokumentasi: HMI KISIP Brawijaya

Malang, LAPMI - HMI KISIP Brawijaya menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Khusus (DIKLATSUS) di bidang jurnalistik. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan jurnalis yang secara khusus untuk dijadikan sebagai Tim Jurnalistik dalam perkaderan yang mencakup minat dan bakat tersebut, diklatsus ini dilaksanakan secara daring pada 18 hingga 20 Februari 2022.

Kepala Bidang KPP HMI KISIP Brawijaya, Kanda Alit Bagas menyampaikan pesan serta harapannya dalam kegiatan diklatsus jurnalistik dari segi pelaksanaannya, 

Harapan kami sangat penting dibentuk wadah baru dalam hal menyalurkan minat serta bakat walaupun tidak hanya jurnalistik itu sendiri mungkin minat dan bakat lainnya juga harus diasahkan untuk personal diri dan kepada orang banyak khususnya, dan untuk pelaksanaan diklatsus sendiri kami belajar banyak termasuk sharing dan membangun relasi dengan komisariat lainnya dalam membentuk LAPMI pada komisariat dan LAPMI Cabang Malang dan juga memberikan insight baru selain Latihan Kader pada umumnya dan juga mengenal seluk beluknya perkaderan pada lingkup HmI”

Kanda Alit Bagas juga menyampaikan beberapa hal yang ingin diwujudkan khususnya dalam membentuk LAPMI Komisariat, 

Sebagai wadah baru di komisariat bakal mengawal kepengurusan LAPMI Komisariat itu sangat penting dalam menghandle juga mengoordinasikan untuk dibentuknya kepengurusan baru kepada teman-teman pengurus  baru dalam menjalankan amanahnya pada LAPMI Komisariat, saya berharap juga sebagai penyeimbang dalam hal wadah baru terhadap bidang pengembangan profesi khususnya kepenulisan dan pers mahasiswa dalam ranah perkaderan”

Selain itu Ketua Umum HMI KISIP Brawijaya, kanda Alifan Bilgate menyampaikan beberapa hal penting terkhusus pada kader KISIP Brawijaya, 

Harapan kami dari perwakilan pengurus dan Alumni bahwa sudah ada pemberitahuan untuk membuat wadah baru dalam hal perkaderan khususnya komisariat, korkom, serta cabang, pada awalnya untuk mewujudkan hal ini tentunya banyak kader kami yang minat untuk bisa mempelajari hal baru khususnya jurnalistik dan kepenulisan, dan juga hambatan juga kami sampaikan bahwa kurangnya koordinasi dan komunikasi untuk menjalankan apa yang kami cita-citakan sebagai wujud dari insan cita, harapan kami adanya bentuk kontret serta nyata dalam membuat sebuah kreasi yang terbangun, adanya pengembangan internal kami kami wujudkan agar kader-kader kami mampu memberikan feedback bagi dirinya sendiri serta orang banyak  lain, dan adanya wadah baru memberikan spirit dalam hal membangun branding dan juga memberikan pengalaman yang akan diingat pada masa yang akan datang”.

Diharapkan pelaksanaan diklatsus jurnalistik dapat membentuk wadah pengembangan baru serta membangun cita-cita komisariat yang sudah lama ingin terealisasikan dalam bentuk nyatanya.

Penulis: Esa Satrio

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...