Langsung ke konten utama

Agenda Kedua: Lembaga Pengembangan Profesi Cabang Malang Adakan Live Music dan Galang Dana untuk Korban Bencana Alam NTB-NT

Dokumentasi: lapmimalang/ Muhaimin M.

Malang, LAPMI - Pada Hari Senin, (12/04/21), Pukul 19.00 WIB di Kopi Tani Dermo. Lembaga Pengembangan Profesi (LPP) HMI - Cabang Malang melakukan kegiatan live music dan galang dana untuk korban bencana alam NTB-NTT. Kegiatan live music ini merupakan acara lanjutan yang sebelumnya juga pernah di selenggarakan di Oksigen. "Kegiatan live music ini Alhamdulillah  dapat berjalan dengan lancar meskipun tadi sempat di peringatkan oleh warga, Alhamdulillah bisa berjalan lancar sampai selesai", tutur Aziz selaku Ketua Bidang P5A (LSMI).

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk simpati dari LPP HMI - Cabang Malang kepada korban bencana alam NTB-NTT. Mereka juga menekankan hastag "Dari LPP untuk negeri" dan "Duka mereka adalah duka kita", hal ini sebagai bentuk kepedulian untuk mereka yang terdampak korban bencana alam.

Harapan dari kegiatan live music ini yaitu semoga walaupun sedikit, kita bisa membantu teman-teman kita atau saudara-saudara kita yang terkena musibah di NTT dan NTB, dengan cara seperti ini. Meskipun saya tau penggalan dana dengan cara seperti ini tidak terlalu efisien, kita tidak bisa mendapatkan dana yang cukup untuk membantu saudara-saudara kita, cuma kita sudah berusaha, ikhtiarnya sudah kita laksanakan", tutup Aziz.

Penulis: Risa Faiqul Ummah

Pewarta: M. Yusuf K.

Editor: Reny Tiarantika






 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...