Langsung ke konten utama

Perkuat Kaderisasi, Leppami Cabang Malang Kembali Gelar Diklatsus

Sumber Dokumentasi : Leppami Cabang Malang

Malang, LAPMI - Upaya memperkuat kaderisasi, Lembaga Pariwisata dan Pencinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) HMI Cabang Malang kembali menggelar Pendidikan dan Latihan Khusus (DIKLATSUS) yang diadakan di dua tempat, Graha Yakusa, Banjarejo, Pagelaran, dan Lembah Kerah, Pagak, Gampingan, Kabupaten Malang. Rabu, (16/03/2022).

Dengan mengangkat tema “Terbinanya Insan Cita yang Progresif di Bidang Pariwisata dan Lingkungan Hidup”, adapun forum pada teknis Diklatsus tersebut dibagi menjadi dua sesi, indoor, dan outdoor. Diklat indoor dilakukan di Graha Yakusa, Banjarejo, Pagelaran pada 03-06 Maret, dan Diklat Outdoor dilaksanakan di Lembah Kerah, Pagak, Gampingan, Kabupaten Malang pada 07-09 Maret 2022.

Sumber Dokumentasi : Leppami Cabang Malang

Irwan Sekretaris Umum Leppami cabang Malang berharap agar perkaderan Leppami kedepannya lebih baik dan mampu mencetak para kader yang progresif dan lebih responsif terhadap permasalahan lingkungan hidup, pariwisata dan juga tetap menjaga nama baik HMI.

“Tentu Saya berharap perkaderan Leppami cabang Malang kedepannya lebih baik, mampu mencetak kader-kader yang lebih progresif dan lebih responsif terhadap permasalahan lingkungan hidup dan pariwisata. Saya juga berharap kader-kader Leppami cabang Malang tetap mampu menjaga nama baik dan eksistensi HMI melalui Leppami” pungkasnya.

Dalam diklatsus tersebut juga diikuti oleh 12 peserta yang didelegasikan oleh masing-masing cabang, yaitu 2 orang dari cabang Bekasi, 5 orang dari cabang Malang, 3 orang dari cabang Jember, dan 2 orang dari cabang Blitar.

Harapan senada juga disampaikan oleh Dicky Ahmad Ramdhani Direktur Utama Leppami Cabang Malang, pasca dilaksanakannya Diklatsus tersebut perkaderan LEPPAMI Khususnya di cabang Malang dapat lebih baik lagi

“Harapan kami setelah menggelar Diklatsus ini yaitu agar perkaderan Leppami  Khususnya di cabang Malang dapat lebih baik lagi, bisa terlibat dalam menyikapi isu-isu lingkungan serta ikut dalam kebencanaan sebagai relawan, yang tentunya semua untuk pengabdian Leppami terhadap kader HMI dan Masyarakat luas” ungkapnya.

Penulis : Agus Salim

Edito : Ai Novia Hasna Afifah
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...