Langsung ke konten utama

Tingkatkan Kemampuan Kader Dalam Berorganisasi, HMDD-M Gelar Latihan Dasar Kepemimpinan

 Dokumentasi: Orda HMDD-M (Foto bersama keluarga besar HMDD-M dengan peserta LDK tahun 2021)

Malang, LAPMI - Upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan kader dalam berorganisasi, Himpunan Mahasiswa Donggo Dompu - Malang (HMDD-M) adakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dengan tema: "Rekonstruksi Semangat Intelektual Serta Integritas Kedonggoan Kader HMDD-M Dalam Bingkai Terpelajar". Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Pada hari Jum'at sampai Minggu, tanggal 19 hingga 21. 

Agenda tersebut juga diikuti oleh 16 peserta (Kader) mahasiswa baru yang datang di Kota Malang dan nantinya akan tergabung sebagai anggota organisasi daerah khusus bagi mahasiswa yang berlatar belakang suku Donggo di Kabupaten Dompu (HMDD-M). Senin (22/11/2021)

Heydi Supriadin selaku Ketua Pelaksana pada LDK tahun ini menyampaikan harapannya agar pasca dilaksanakannya agenda Latihan Dasar Kepemimpinan tersebut, kader mampu menyerap ilmu pengetahuan dengan baik, agar bisa terwujud kualitas pemikiran generasi Donggo yang kritis dan berdaya saing.

"Semoga dengan diadakannya kegiatan LDK ini, diharapkan seluruh kader mampu menyerap ilmu pengetahuan dengan baik, agar bagaimana bisa terwujud yang namanya kualitas pemikiran generasi Donggo yang kritis serta berdaya saing, kemudian mampu mempolarisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat" Tuturnya

Hal senada juga disampaikan oleh Apriska Kartika Sari selaku Ketua Umum, Ia berharap agar kedepannya kader-kader yang telah mengikuti agenda tersebut tetap semangat dan konsisten terhadap proses. Ia juga berharap selain sekedar menjadi wadah untuk kekeluargaan, organisasi HMDD-M juga dapat selalu menjadi wadah yang tepat dalam memberikan nilai-nilai positif.

"Harapannya untuk kader-kader kedepannya tetap semangat dan konsisten terhadap proses, sebab perjalanannya tidak berhenti pada ajang LDK saja, melainkan ini merupakan awal untuk menuju proses yang lebih progres untuk masa depan, kemudian harapan untuk organisasi selain menjadi wadah kekeluargaan, juga dapat selalu menjadi wadah yang baik untuk kawan-kawan, memberikan nilai-nilai positif dalam segala tindakan. Semoga juga tetap saling mendukung, merangkul dan sama-sama menjaga nama baik organisai etnis ini" Pungkasnya

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada panitia dan pengurus karena sejauh ini sudah sangat progres untuk menyukseskan acara tersebut. Selain itu dukungan berupa, do'a, tenaga, pikiran dan materi dari keluarga besar HMDD-M baik demisioner, dewan penasehat organisasi (DPO) serta pihak etnis Donggo lainnya yang sudah sangat mendukung kegiatan tersebut hingga selesai.

"Saya sangat merasa berterimakasih kepada teman-teman panitia dan pengurus karena sejauh ini sudah sangat progres untuk sama-sama menyukseskan acara ini. Selain itu dukungan berupa, do'a, tenaga, pikiran dan materi dari keluarga besar HMDD-M baik demisioner, dewan penasehat organisasi (DPO) serta pihak etnis Donggo lainnya yang juga sudah sangat mendukung kegiatan ini sampai selesai dan berjalan dengan lancar" Tutup Apriska.

Penulis: Rajab Abubakar Sidiq Jailani

Editor: Reny Tiarantika

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membongkar Mitos: Perpeloncoan dan Pembulian dalam Diklat Jurusan Bukanlah "Pembentukan Mental"

Nazia Kamala Kasim  (Mahasiswa Jurusan Administrasi Publik 2025 Universitas Tribhuwana Tungga Dewi Malang) Malang, LAPMI - Musim penerimaan mahasiswa baru seharusnya menjadi masa-masa yang paling dinantikan: dipenuhi janji-janji persahabatan, eksplorasi ilmu, dan langkah awal menuju kemandirian. Namun, bagi ribuan mahasiswa baru di berbagai institusi, euforia itu seringkali harus dibayar mahal. Di balik foto-foto ceria dan slogan "solidaritas," tersimpan cerita sunyi tentang bentakan, intimidasi, dan tugas-tugas merendahkan yang terjadi dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus. Sejatinya, kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) atau orientasi kampus seharusnya menjadi sarana yang menyenangkan untuk membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial. Namun, harapan ini seringkali pupus karena maraknya perpeloncoan (hazing) dan pembulian (bullying) di banyak institusi, yang justru meninggalkan dampak negatif secara mental ...

PERGURUAN TINGGI SEBAGAI PENYUMBANG DOSA DALAM DEMOKRASI INDONESIA

  Sahidatul Atiqah (Jihan) Departemen PSDP HMI  Komisariat Unitri Pada hakikatnya perguruan tinggi memiliki posisi strategis, yaitu menjadi instrumen mencerdaskan kehidupan bangsa.  Dari perguruan tinggi lahir generasi-generasi penerus yang berkapasitas baik untuk membangun dan meneruskan estafet kepemimpinan bagi sebuah bangsa. Selain itu perguruan tinggi memiliki tugas dan peran yang termuat dalam Tri Dharma salah satunya adalah pengabdian, perguruan tinggi memiliki ruang lingkup pengabdian yang luas, termasuk dalam ranah politik dan demokrasi yang membutuhkan kontribusi dari pihak-pihak terkait di perguruan tinggi. Dengan kata Lain kampus tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu tetapi juga menjadi garda terdepan dalam membentuk pemikiran kritis dan berpartisipasi aktif dalam mengawal demokrasi. Kampus tidak boleh mengabaikan keterlibatan dalam isu politik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk ikut serta dalam mengawasi, mengawal, dan m...

Demi Party di Yudisium, Kampus UIBU Malang Poroti Mahasiswa

  Kampus UIBU Malang dan Surat Edaran tentang Pelaksanaan Yudisium Malang, LAPMI - Universitas Insan Budi Utomo Malang yang biasa disebut kampus UIBU akan menggelar acara yudisium dengan tarif 750.000. Sesuai informasi yang beredar yudisium tersebut akan digelar pada hari Rabu (14 Agustus 2024) dan akan dikonsep dengan acara Party/Dj. Hal tersebut membuat kontroversi di kalangan mahasiswa UIBU lantaran transparansi pendanaan yang tidak jelas dan acara yudisium yang dikonsep dengan acara party/DJ. Salah satu mahasiswa berinisial W angkatan 2020 saat diwawancarai mengatakan bahwa Yudisium yang akan digelar sangat tidak pro terhadap mahasiswa dan juga menyengsarakan mahasiswa dikarenakan kenaikan pembayaran yang tidak wajar dan hanya memprioritaskan acara Party/Dj. “Yudisium yang akan digelar ini konsepnya tidak jelas dan tidak pro mahasiswa, tahun lalu tarifnya masih 500.000 tapi sekarang naik 250.000 menjadi 750.000, teman-teman kami tentu banyak yang merasakan keresehan ini. Pihak...